Jumat, 17 Oktober 2014

ADMF - Analisis Laporan Keuangan Q3 2014




Analisis Laporan Keuangan PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (ADMF) Q3 2014


Tahunan

Perusahaan mencatat pertumbuhan pendapatan sebesar 7%. Di sisi lain beban meningkat sebesar 18% sehingga laba sebelum pajak terpangkas sebesar  25%. Laba bersih pada akhirnya juga menurun sebesar 25%  karena beban pajak penghasilan yang berkurang sebesar 25%.

Saldo piutang piutang pembiayaan konsumen meningkat sebesar 12%. Peningkatan tersebut diharapkan dapat menopang pendapatan jangka panjang perusahaan.

Kuartalan

Pendapatan meningkat sebesar 6%. Di sisi lain beban meningkat sebesar 5% sehingga laba sebelum pajak naik sebesar  14%. Laba bersih pada akhirnya tumbuh sebesar 12%  karena beban pajak penghasilan yang bertambah sebesar 21%.

Saldo piutang piutang pembiayaan konsumen meningkat sebesar 3%. 

BDMN - Analisis Laporan Keuangan Q3 2014


Analisis Laporan Keuangan PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN) Q2 2014

Tahunan
Perusahaan mencatat kenaikan pendapatan bunga dan underwriting sebesar 15%. Namun beban bunga dan underwriting meningkat jauh lebih besar yaitu sebesar 43% sehingga pendapatan bunga dan underwriting bersih hanya meningkat sebesar 1%. Di sisi lain, pendapatan operasional lainnya menurun sebesar 11%. Beban penyisihan cadangan kerugian penurunan nilai mengembang sebesar 1%. Beban operasional lainnya bertambah sebesar 4%. Kombinasi dari pendapatan dan beban-beban tersebut membuat laba operasional harus tergerus sebesar 15%. Di sisi lain terjadi beban non-operasional berbanding pendapatan non-operasional sehingga laba sebelum pajak menurun sebesar 22%.  Laba bersih kemudian tercatat menurun juga sebesar 22%. Pada akhirnya laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk berkurang juga sebesar 22%.

Rasio GPM secara tahunan melemah menjadi 58,95% dari 66,92%.

Dari sisi neraca, kredit yang diberikan mengalami kenaikan sebesar 21%. Simpanan nasabah meningkat sebesar 14%.

Kuartalan

Perusahaan mencatat kenaikan pendapatan bunga dan underwriting sebesar 1%. Beban bunga dan underwriting tidak banyak mengalami perubahan sehingga pendapatan bunga dan underwriting bersih meningkat sebesar 3%. Di sisi lain, pendapatan operasional lainnya menurun sebesar 7%. Beban penyisihan cadangan kerugian penurunan nilai tidak banyak mengalami perubahan. Beban operasional lainnya juga tidak banyak mengalami perubahan. Kombinasi dari pendapatan dan beban-beban tersebut membuat laba operasional mengembang sebesar 2%. Di sisi lain beban non-operasional meningkat sebesar 41% sehingga laba sebelum pajak bertambah sebesar 1%.  Laba bersih kemudian tercatat meningkat juga sebesar 1%. Pada akhirnya laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tidak banyak mengalami perubahan.

Rasio GPM meningkat tipis menjadi 57,36% dari 56,66%.

Dari sisi neraca, kredit yang diberikan mengalami kenaikan sebesar 11%. Simpanan nasabah meningkat sebesar 5%.

Jumat, 10 Oktober 2014

Seberapa Hebat Kemampuan Trading Anda?




Menjadi seorang trader sebenarnya lebih sulit daripada menjadi seorang investor dalam pasar saham.

Selama setahun terakhir dari 10 Oktober 2013 sampai dengan 10 Oktober 2014, IHSG mencatat 136 hari naik dan 104 hari turun  dengan jumlah hari trading sebanyak 240 hari. Jika diakumulasikan jumlah  persentase naik dari setiap hari yang naik, maka akan bernilai +126% (dibulatkan) dan yang turun sebesar -116% (dibulatkan) dengan total +9% (dibulatkan).

Jika Anda seorang investor yang membeli "IHSG" pada tanggal 10 Oktober 2013 dan masih memegangnya sampai dengan 10 Oktober 2014, maka Anda sudah memperoleh keuntungan sebesar 9%. Angka yang  tidak terlalu besar bukan?

Hasil 9% tersebut tentunya memang tidak besar (lebih baik simpan deposito tanpa risiko bisa 11% kan?) sehingga kebanyakan orang ingin menjadi trader untuk memaksimalkan keuntungan yang  didapat. Ingin memanfaatkan gelombang-gelombang naik turun pasar agar memperoleh laba yang tinggi. Caranya tidak lain dan tidak bukan adalah dengan melakukan beli-jual beli-jual.

Namun, jika kemampuan  Anda hanya rata-rata dalam trading, alias 50% betul dan 50% salah (trading ini kadang-kadang lebih mirip menebak koin), maka sebaiknya Anda berpikir ulang untuk menjadi seorang trader “IHSG”.  Selain itu, semakin sering Anda trading, maka semakin besar biaya-biaya trading yang Anda keluarkan.

Kembali ke angka 126% tadi, jika Anda seorang mahadewa trader yang 100% betul, maka setahun ini Anda akan untung sebesar 126% jika Anda hanya membeli “IHSG”  (tanpa memperhitungkan biaya-biaya komisi).

Berikut ini tabel perbandingan kemampuan trading “IHSG” Anda dan hasilnya.


Jika kemampuan Anda hanya rata-rata, maka Anda berpeluang untuk memperoleh hasil sebesar 5% saja karena Anda betul 50% dari 126% (50%-nya lagi salah sehingga tidak memperoleh nilai) dan salah sebanyak 50% dari -116% (50%-nya lagi betul namun tidak memperoleh nilai). Kenapa hitungannya seperti itu? Karena Anda tidak dapat melakukan short selling atau menjual terlebih dahulu tanpa mempunyai barang. Sehingga ketika IHSG turun Anda tidak memperoleh apa-apa. Hanya jadi penonton.

Jika kemampuan Anda betul sebesar 60% dan salah 40%, maka nilai Anda adalah 29% karena Anda memperoleh keuntungan sebesar 60% dari 126% dan menderita kekalahan sebesar 40% dari -116%.

Nilai ideal yang harus Anda capai tampaknya adalah 70% betul dan 30% salah untuk mencapai nilai sebesar  53%. Hasil 50% dalam setahun saya kira sudah merupakan angka yang sangat baik. Untuk meningkatkan keuntungan, Anda bisa melakukan leveraging, yaitu meminjam dari pihak lain untuk meningkatkan modal. Misalnya dengan margin.

Sebenarnya, jika kemampuan Anda sudah sebaik itu, pasar saham tidak cocok untuk Anda. Jadi Anda tampaknya lebih baik mencari pasar lain yang memungkinkan Anda untuk melakukan short sehingga Anda bisa mendulang untung dari kenaikan maupun penurunan pasar dan menghasilkan keuntungan berlipat-lipat.


Soal short tampaknya tidak melulu tidak bisa dilakukan karena BEI juga mengenal kondisi short. BEI juga mempunyai daftar-daftar saham yang boleh di-short (?).

Menjadi trader yang terlalu aktif banyak kerugiannya jika kemampuan Anda hanya rata-rata. Jika setiap hari Anda melakukan transaksi jual beli. Atau beli pagi jual sore, maka komisi yang harus Anda bayar, misalnya komisi yang dikenakan kepada Anda adalah beli 0,15% dan jual 0,25% atau total 0,40%, dalam setahun adalah sebesar 0,40%/hari x 240 hari = 96%! Jadi kira-kira Anda setiap hari melakukan transaksi sebesar Rp 200 juta dari modal Rp 100 juta (beli Rp 100 juta dan jual Rp 100 juta). Anda tidak untung dan tidak rugi dari selisih harga dan setiap hari Anda mengisi kembali kekurangan modal Anda karena biaya komisi, maka sampai dengan setahun, Anda akan membayar biaya komisi sebesar Rp 96 juta. Kalau dihitung dari modal awal Anda telah rugi sebesar 96%.

Selasa, 30 September 2014

SMDM - Analisis Laporan Keuangan Q2 2014




Analisis Laporan Keuangan PT Suryamas Dutamakmur Tbk (SMDM) Q2 2014

Tahunan

Perusahaan mencetak kenaikan pendapatan  sebesar 36%. Di sisi beban pokok, beban naik sebesar 38%  sehingga laba kotor meningkat sebesar 34%. Di sisi lain, kombinasi dari beban usaha, beban pendanaan dan pendapatan-beban lain bertambah sebesar 107% sehingga laba sebelum pajak merosot sebesar 16%. Laba bersih kemudian terpangkas sebesar 28% dikarenakan beban pajak penghasilan yang bertambah sebesar 30%. Bagian untuk kepentingan non-pengendali yang berubah signifikan menyebabkan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk melesat sebesar 173%. Jika disesuaikan, pada akhirnya laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk akan meningkat sebesar 161%.

Biarpun laba terlihat meningkat luar biasa, namun laba tersebut termasuk masih sangat kecil jika dibandingkan dengan jumlah modal pemegang saham. Rasio ROE hanya sebesar 3%.

Rasio GPM menurun tipis menjadi 39,02% dari 39,69%.

Muncul saldo aset real estat lancar yang pada periode sebelumny belum ada. Tentunya kita berharap penjualan perusahaan akan meningkat secara jangka pendek maupun jangka panjang dari tersedianya aset real estat lancar tersebut.

Di sisi lain, saldo aset tidak lancar berkurang sebesar 26%. Sedangkan saldo aset tetap meningkat sebesar 44%. Peningkatan saldo aset tetap diharapkan dapat menopang pendapatan jangka panjang perusahaan.

Saldo uang muka penjualan bertambah sebesar 41%.

Kas masuk dari pelanggan meningkat sebesar 23%.  Jika dibandingkan dengan angka pendapatan, angka tersebut setara dengan 140% berbanding 155%  pada periode sebelumnya. Ini menunjukkan bahwa selama dua tahun terakhir perusahaan terbilang sukses dalam memasarkan produk-produknya.

Hutang finansial perusahaan naik sebesar 41%. Beban keuangan belum merupakan beban yang berpengaruh terhadap laba  bersih. Secara kuartalan, perusahaan mencatat pendapatan keuangan.

Kuartalan

Perusahaan mencetak kenaikan pendapatan  sebesar 48%. Di sisi beban pokok, beban naik sebesar 46%  sehingga laba kotor meningkat sebesar 52%. Di sisi lain, kombinasi dari beban usaha, beban pendanaan dan pendapatan-beban lain berkurang sebesar 15% sehingga laba sebelum pajak melesat sebesar 393%. Laba bersih kemudian melambung sebesar 835% dikarenakan beban pajak penghasilan yang bertambah sebesar 73%. Bagian untuk kepentingan non-pengendali yang meningkat menyebabkan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk menggelembung sebesar 475%. Jika disesuaikan, pada akhirnya laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk akan meningkat sebesar 228%.

Rasio GPM meningkat tipis menjadi 43,33% dari 42,34%.

Biarpun laba terlihat meningkat dengan baik, namun laba tersebut termasuk masih sangat kecil jika dibandingkan dengan jumlah modal pemegang saham. Rasio ROE (disetahunkan) hanya sebesar 4%.

Kas masuk dari pelanggan menurun sebesar 1%.  Jika dibandingkan dengan angka pendapatan, angka tersebut setara dengan 99% berbanding 149%  pada periode sebelumnya.

PLIN - Analisis Laporan Keuangan Q2 2014




Analisis Laporan Keuangan PT Plaza Indonesia Realty Tbk (PLIN) Q2 2014

Tahunan

Perusahaan mencetak penurunan pendapatan  sebesar 17%. Di sisi beban pokok, beban turun sebesar 35%  sehingga laba kotor meningkat sebesar 1%. Di sisi lain, kombinasi dari beban usaha, penghasilan investasi, beban keuangan dan pendapatan-beban lain bertambah sebesar 35% sehingga laba sebelum pajak merosot sebesar 40%. Laba bersih kemudian terpangkas sebesar 53% dikarenakan beban pajak penghasilan yang berkurang sebesar 7%. Perusahaan mengalami kerugian lain-lain (sebagian besar merupakan kerugian selisih kurs) yang signifikan pada periode ini dan juga pada periode sebelumnya. Jika disesuaikan, pada akhirnya laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk akan terkikis sebesar 5%.

Rasio GPM meningkat menjadi 61,26% dari 50,37%.

Saldo properti investasi meningkat sebesar 37%. Saldo aset tetap bertambah sebesar 9%. Peningkatan-peningkatan tersebut diharapkan dapat menopang pendapatan jangka panjang perusahaan.

Saldo pendapatan diterima dimuka bertambah sebesar 37%.

Kas masuk dari pelanggan meningkat sebesar 6%.  Jika dibandingkan dengan angka pendapatan, angka tersebut setara dengan 107% berbanding 83%  pada periode sebelumnya.

Hutang finansial perusahaan turun sebesar 15%. Beban keuangan meningkat sebesar 40%. Beban keuangan bukan merupakan beban yang berpengaruh cukup besar terhadap laba bersih.

Kuartalan

Perusahaan mencetak kenaikan pendapatan  sebesar 1%. Di sisi beban pokok, beban naik sebesar 1%  sehingga laba kotor meningkat sebesar 2%. Di sisi lain, kombinasi dari beban usaha, penghasilan investasi, beban keuangan dan pendapatan-beban lain bertambah sebesar 267% sehingga laba sebelum pajak merosot sebesar 68%. Laba bersih kemudian terpangkas sebesar 76% dikarenakan beban pajak penghasilan yang berkurang sebesar 30%. Perusahaan mengalami kerugian lain-lain (sebagian besar merupakan kerugian selisih kurs) pada periode ini dan mendulang keuntungan lain-lain (sebagian besar merupakan keuntungan selisih kurs) yang signifikan pada periode sebelumnya. Jika disesuaikan, pada akhirnya laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk akan terkikis sebesar 9%.

Rasio GPM meningkat tipis menjadi 63,80% dari 63,66%.

Kas masuk dari pelanggan meningkat sebesar 16%.  Jika dibandingkan dengan angka pendapatan, angka tersebut setara dengan 107% berbanding 94%  pada periode sebelumnya.