Rabu, 23 April 2014

ELSA - Analisis Laporan Keuangan Q1 2014


PT Elnusa Tbk (ELSA) mengukir kinerja laba bersih yang sangat bagus secara tahunan sampai dengan Q1 2014 dibandingkan dengan hasil setahun sebelumnya. Namun pada Q1 2014, kinerja pendapatan ELSA mengalami penurunan yang lumayan di bandingkan dengan Q4 2013. Walaupun laba bersihnya tercatat juga menurun sebenarnya ELSA menikmati laba bersih murni yang meningkat.

Pendapatan tahunan turun sebesar 16% menjadi Rp 3,984 triliun. Namun laba kotor naik 17% menjadi Rp 658 miliar. Laba sebelum pajak tumbuh sebesar 61% menjadi Rp 366 miliar. Laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk menanjak sebesar 74% menjadi Rp 257 miliar.

WIIM - Analisis Laporan Keuangan Q4 2013


PT Wismilak Inti Makmur Tbk (WIIM) mencetak kinerja tahun 2013 yang sangat baik dibandingkan dengan kinerja tahun 2012. Namun kinerja laba bersih kuartalan pada Q4 2013 menurun dibandingkan dengan Q3 2013 walaupun kinerja pendapatannya meningkat.

Pendapatan tahunan tercatat melonjak sebesar 42% menjadi Rp 1,588 triliun dengan laba kotor meningkat sebesar 54% menjadi Rp 470 miliar. Laba usaha turut berkembang sebesar 56% menjadi Rp 180 miliar. Laba sebelum pajak bertambah 66% menjadi Rp 175 miliar. Laba bersih menggelembung 71% menjadi Rp 132 miliar. Laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk juga bertambah 71% menjadi Rp 132 miliar.

JPFA - Analisis Laporan Keuangan Q4 2013


PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) selama tahun 2013 mencetak kinerja pendapatan yang sangat baik dibandingkan dengan tahun 2012 namun kinerja laba bersihnya mengalami kemunduran yang signifikan. Secara kuartalan, kinerja laba pada Q4 2013 dibandingkan dengan Q3 2013 sangat tidak memuaskan karena menurun signifikan dan mengalami kerugian.

Pendapatan pada tahun 2013 tercatat naik sebesar 20% menjadi Rp 21,412 triliun yang diiringi dengan kenaikan laba kotor sebesar 14% menjadi Rp 3,618 triliun. Laba sebelum pajak penghasilan menguap 34% menjadi Rp 896 miliar. Sedangkan laba bersihnya hilang 40% menjadi Rp 641 miliar. Laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk akhirnya jatuh 40% menjadi Rp 595 miliar.

Selasa, 22 April 2014

BTPN - Analisis Laporan Keuangan Q1 2014


PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk (BTPN) mencetak kinerja pendapatan tahunan sampai dengan Q1 2014 yang cukup baik dibandingkan dengan kinerja tahunan sebelumnya namun menghasilkan laba bersih yang kurang memuaskan. Secara kuartalan, kinerja pendapatan bunga bersih menurun namun laba bersihnya membaik pada Q1 2014 dibandingkan dengan Q4 2013.

ASGR - Analisis Laporan Keuangan Q1 2014


PT Astra Graphia Tbk menorehkan kinerja tahunan sampai dengan Q1 2014 yang sangat baik dibandingkan dengan kinerja setahun yang lalu. Namun, kinerja kuartalan pada Q1 2014 dibandingkan dengan Q4 2013 mengalami kemunduran yang signifikan.

Pendapatan tahunan bertambah 15% menjadi Rp 2,315 triliun dengan laba kotor meningkat 17% menjadi Rp 676 miliar. Laba sebelum pajak bertambah 33% menjadi Rp 287 miliar dan laba bersih meningkat 32% menjadi Rp 216 miliar.

Secara kuartalan pendapatan berkurang signifikan 46% menjadi Rp 435 miliar dengan laba kotor menguap 32% menjadi Rp 139 miliar. Laba sebelum pajak hilang 60% menjadi Rp 42 miliar dan laba bersih turun 58% menjadi Rp 33 miliar.