Kamis, 27 November 2014

ACST - Analisis Laporan Keuangan Q3 2014



Analisis Laporan Keuangan PT Acset Indonusa Tbk (ACST) Q3 2014


Tahunan (TTM)

Pendapatan meningkat sebesar 47%. Di sisi beban pokok, beban bertambah sebesar 45% sehingga laba kotor tumbuh sebesar 52%. Di sisi lain, kombinasi dari beban usaha dan pendapatan-beban lain bertambah sebesar 15% sehingga laba usaha melejit sebesar 72%. Kombinasi dari beban keuangan dan bagian laba-rugi bersih perusahaan asosiasi yang secara neto menimbulkan beban, tercatat bertambah sebesar 115% sehingga laba sebelum pajak mengembang sebesar 66%.

Pada akhirnya laba bersih menguat sebesar 72% dengan beban pajak penghasilan yang bertambah sebesar 48%. Laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk meningkat sebesar 73%.

Rasio GPM bertambah menjadi 20,08% dari 19,30%.

Saldo aset tetap bertambah sebesar 18%.

Hutang finansial melesat sebesar 179%.  Beban keuangan naik sebesar 112%. Beban keuangan merupakan beban yang berpengaruh besar terhadap laba bersih.


Kuartalan (Q3 2014 vs Q2 2014)

Pendapatan menyusut sebesar 27%. Di sisi beban pokok, beban berkurang sebesar 29% sehingga laba kotor turun sebesar 17%. Di sisi lain, kombinasi dari beban usaha dan pendapatan-beban lain berkurang sebesar 1% sehingga laba usaha menyusut sebesar 23%. Kombinasi dari beban keuangan dan bagian laba-rugi bersih perusahaan asosiasi yang secara neto menimbulkan beban, tercatat bertambah sebesar 30% sehingga laba sebelum pajak merosot sebesar 36%.

Pada akhirnya laba bersih terbabat sebesar 39% dengan beban pajak penghasilan yang berkurang sebesar 27%. Laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk terpangkas sebesar 38%.

Rasio GPM bertambah menjadi 22,95% dari 20,17%.

BNGA - Analisis Laporan Keuangan Q3 2014



Analisis Laporan Keuangan PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) Q3 2014


Tahunan

Pendapatan bunga dan syariah meningkat sebesar 16%. Namun beban bunga meningkat jauh lebih besar yaitu sebesar 35% sehingga pendapatan bunga dan syariah bersih hanya tumbuh sebesar 3%. Di sisi lain, pendapatan operasional lainnya menyusut sebesar 17%. Beban penyisihan cadangan kerugian penurunan nilai bertambah sebesar 61%. Beban operasional lainnya naik sebesar 8%. Kombinasi dari pendapatan dan beban-beban tersebut membuat laba operasional harus terpangkas sebesar 22%. Di sisi lain muncul beban non-operasional berbanding pendapatan non-operasional sehingga laba sebelum pajak melorot sebesar 22%. 

Laba bersih kemudian tercatat turun  sebesar 23% dengan beban pajak penghasilan yang berkurang sebesar 19%. Pada akhirnya laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk berkurang sebesar 22%.

Rasio GPM menyusut menjadi 51,70% dari 58,24%.

Dari sisi neraca, kredit yang diberikan mengalami kenaikan sebesar 7%. Simpanan nasabah meningkat sebesar 2%.

Kuartalan

Pendapatan bunga dan syariah meningkat sebesar 4%. Dari sisi beban bunga, bunga meningkat sebesar 4% juga sehingga pendapatan bunga dan syariah bersih naik sebesar 3%. Di sisi lain, pendapatan operasional lainnya menyusut sebesar 41%. Beban penyisihan cadangan kerugian penurunan nilai melambung sebesar 158%. Beban operasional lainnya turun sebesar 4%. Kombinasi dari pendapatan dan beban-beban tersebut membuat laba operasional harus terbabat sebesar 56%. Di sisi lain muncul beban non-operasional berbanding pendapatan non-operasional sehingga laba sebelum pajak menurun sebesar 57%. 

Laba bersih kemudian tercatat terperosok  sebesar 60% dengan beban pajak penghasilan yang berkurang sebesar 48%. Pada akhirnya laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk terpangkas juga sebesar 60%.

Rasio GPM melemah menjadi 50,53% dari 50,74%.

Dari sisi neraca, kredit yang diberikan mengalami kenaikan sebesar 1%. Simpanan nasabah bertambah sebesar 1%.

Rabu, 26 November 2014

NRCA - Analisis Laporan Keuangan Q3 2014



Analisis Laporan Keuangan PT Nusa Raya Cipta Tbk (NRCA) Q3 2014



Tahunan (TTM)

Pendapatan meningkat sebesar 22%. Di sisi beban pokok, beban bertambah sebesar 24% sehingga laba kotor tidak banyak berubah. Di sisi lain, kombinasi dari beban usaha dan pendapatan-beban lain bertambah sebesar 126% sehingga laba usaha terperosok sebesar 19%. Kombinasi dari beban keuangan dan bagian laba pengendalian bersama yang secara neto menghasilkan pendapatan, tercatat tumbuh sebesar 300% sehingga laba sebelum pajak mengembang sebesar 24%.

Pada akhirnya laba bersih menguat sebesar 28% dengan beban pajak penghasilan yang bertambah sebesar 14%. Laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk meningkat sebesar 28%.

Rasio GPM berkurang menjadi 8,03% dari 9,77%.

Laba perusahaan terutama disumbangkan oleh bagian laba pengendalian bersama entitas yang tercatat melesat sebesar 274%.

Saldo aset tetap bertambah sebesar 30%.

Hutang finansial bertambah sebesar 28%.  Beban keuangan sangat minim dan tidak berarti.


Kuartalan (Q3 2014 vs Q2 2014)

Pendapatan menyusut sebesar 6%. Di sisi beban pokok, beban berkurang sebesar 6% sehingga laba kotor terkikis sebesar 10%. Di sisi lain, kombinasi dari beban usaha dan pendapatan-beban lain bertambah sebesar 61% sehingga laba usaha terperosok sebesar 27%. Kombinasi dari beban keuangan dan bagian laba pengendalian bersama yang secara neto menghasilkan pendapatan, tercatat berkurang sebesar 31% sehingga laba sebelum pajak menyusut sebesar 29%.

Pada akhirnya laba bersih terpangkas sebesar 36% dengan beban pajak penghasilan yang tidak banyak berubah. Laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk merosot sebesar 36%.

Rasio GPM berkurang menjadi 9,11% dari 9,42%.

Laba perusahaan terutama disumbangkan oleh bagian laba pengendalian bersama entitas yang tercatat meleleh sebesar 31%.

NIPS - Analisis Laporan Keuangan Q3 2014



Analisis Laporan Keuangan PT Nipress Tbk (NIPS) Q3 2014


Tahunan (TTM)

Penjualan neto meningkat sebesar 17%. Di sisi beban pokok, beban bertambah sebesar 16% sehingga laba kotor tumbuh sebesar 21%. Di sisi lain, kombinasi dari beban usaha, laba-rugi selisih kurs, dan pendapatan-beban lain berkurang sebesar 4% sehingga laba usaha melesat sebesar 45%. Beban keuangan meningkat sebesar 88% sehingga laba sebelum pajak menebal sebesar 22%.

Pada akhirnya laba bersih mengembang sebesar 16% dengan beban pajak penghasilan yang bertambah sebesar 42%.

Jika disesuaikan, laba bersih akan tumbuh sebesar 32%

Rasio GPM meningkat menjadi 17,39% dari 16,89%.

Pendapatan perusahaan terdiri dari tiga segmen utama, yaitu segmen accu mobil, accu industri dan accu motor. Segmen accu mobil yang menyumbang paling besar tercatat tumbuh sebesar 11%. Segmen accu industri naik sebesar 14% dan segmen accu motor meningkat sebesar 44%.

Saldo aset tetap bertambah sebesar 45%.

Hutang finansial meningkat sebesar 26%. Beban keuangan merupakan beban yang berpengaruh besar terhadap laba bersih.

Kuartalan (Q3 2014 vs Q2 2014)

Penjualan neto menyusut sebesar 1%. Di sisi beban pokok, beban berkurang sebesar 2% sehingga laba kotor tumbuh sebesar 3%. Di sisi lain, kombinasi dari beban usaha, laba-rugi selisih kurs, dan pendapatan-beban lain berkurang sebesar 25% sehingga laba usaha mengembang sebesar 21%. Beban keuangan meningkat sebesar 88% sehingga laba sebelum pajak terpangkas sebesar 13%.

Pada akhirnya laba bersih terperosok sebesar 38% dengan beban pajak penghasilan yang bertambah sebesar 104%.  Rasio pajak penghasilan pada kuartal ini terlihat sangat tinggi (41%) berbanding periode sebelumnya (17%).

Jika disesuaikan, laba bersih akan tergerus sebesar 9%

Rasio GPM meningkat menjadi 16,64% dari 16,01%.

Selasa, 25 November 2014

AMAG - Analisis Laporan Keuangan Q3 2014



Analisis Laporan Keuangan PT Asuransi Multi Artha Guna Tbk (AMAG) Q3 2014


Tahunan (TTM)

Pendapatan meningkat sebesar 26%. Di sisi beban, beban bertambah sebesar 24% sehingga laba sebelum pajak tumbuh sebesar 31%.

Laba bersih tumbuh sebesar 31% dengan beban pajak penghasilan yang meningkat sebesar 25%.

Pendapatan premi neto tercatat tumbuh sebesar 25% dan beban klaim yang naik sebesar 20%. Hasil investasi mengembang sebesar 31%.

Saldo investasi berupa deposito naik sebesar 10%. Saldo efek-efek meningkat sebesar 1%.

Kuartalan (Q3 2014 vs Q2 2014)

Pendapatan meningkat sebesar 3%. Di sisi beban, beban berkurang sebesar 2% sehingga laba sebelum pajak tumbuh sebesar 22%.

Laba bersih tumbuh sebesar 23% dengan beban pajak penghasilan yang berkurang sebesar 3%.

Pendapatan premi neto tercatat tumbuh sebesar 2% dan beban klaim yang turun sebesar 5%. Hasil investasi mengembang sebesar 8%.