Tampilkan postingan dengan label BIG CAP. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BIG CAP. Tampilkan semua postingan

Senin, 16 September 2013

Selisih Relatif Harga Saham Big Cap vs IHSG

Membandingkan tingkat "selisih" harga antara saham-saham yang tercatat di BEI dengan IHSG akan menjadi gampang jika kita membuat indeks tersendiri atas saham itu dan IHSG.

Setelah mendapatkan indeks masing-masing pada periode tertentu, maka akan menjadi mudah untuk membandingkan selisih relatif antara saham-saham tersebut dengan IHSG.

Berikut ini adalah tabel rata-rata selisih antara indeks harga 20 saham big cap dengan indeks IHSG sejak awal tahun 2013 dengan patokan angka 100 pada awal tahun dibandingkan dengan selisih terkini (16/09/2013)

Angka plus pada kolom 1 tabel di atas menunjukkan bahwa saham tersebut "menundukkan" IHSG sepanjang penampilannya tahun ini begitu juga sebaliknya.
 
Berikut ini adalah grafik selisih terkini vs rata-rata selisihnya sepanjang tahun 2013.


Angka yang minus pada grafik di atas menunjukkan tingkat "ketertinggalannya" dibandingkan dengan perbedaan rata-ratanya. Begitu juga sebaliknya, angka plus menunjukkan tingkat "akselerasinya" dibandingkan dengan perbedaan rata-ratanya.

Sekarang pilihannya adalah apakah memilih saham yang paling jago berlari, paling lambat berlari, atau yang baru mulai mau berlari kencang?


Kamis, 15 Agustus 2013

Memilih Big Cap atau Small Cap?

Jika selama ini Anda telah berinvestasi di saham, isi portofolio Anda lebih banyak yang big cap atau small cap?

Mana yang lebih baik membeli big cap atau small cap?

Jika dana Anda sangat banyak, supaya gampang keluar masuk, tampaknya Anda wajib untuk bermain di big cap daripada small cap karena big cap biasanya juga akan likuid. (Di BEI sebenarnya ada saham big cap no 1 yang  tidak likuid karena saham yang beredar sangat sedikit yaitu saham HMSP).

Big cap cocok untuk dana-dana besar, misalnya, reksadana, dana pensiun, dana investasi asuransi, jamsostek. Mereka wajib masuk ke big cap karena batasan-batasan tertentu.

Bagi pemain "kelas bawah" sebenarnya cocoknya membeli small cap saja.

Jika pilihan saham tepat dan telah dianalisis dengan baik secara fundamental, saham small cap akan memberikan hasil yang lebih besar. Apa sebabnya?

Perusahaan yang kecil biasanya lebih gampang untuk meningkatkan labanya daripada perusahaan yang sudah besar. Semakin besar suatu perusahaan, maka akan semakin sulit untuk meningkatkan penjualannya dari sisi volume yang berujung pada kesulitan untuk meningkatkan laba.

Anda bisa bayangkan bagaimana cara perusahaan sebesar BUMI untuk meningkatkan jumlah produksinya yang sudah melewati angka 70 juta ton per tahun dibandingkan dengan KKGI yang hanya berproduksi 4 juta ton lebih. Mana yang lebih gampang untuk menaikkan produksi, misalnya, 50% tahun selanjutnya?

Perusahaan yang sudah matang dan telah menguasai sebagian besar market maka perkembangannya akan berada di angka rata-rata saja. Tentu susah berharap ICBP dapat meningkatkan penjualan sebesar 50% daripada AISA. Tahun 2012 penjualan ICBP sebesar Rp 21,575 triliun dibandingkan dengan tahun 2011 sebesar Rp 19,367 triliun atau naik sebesar 11,40%. AISA sendiri mencatat penjualan sebesar Rp 2,75 triliun dibandingkan dengan Rp 1,75 atau naik sebesar 57%.

Selama perusahaan small cap mempunyai kemampuan untuk meningkatkan labanya berdasarkan seluruh sumber daya yang ada secara berkesinambungan, maka adalah lebih bijak untuk memilihnya sebagai lahan investasi dibandingkan dengan perusahaan yang lebih besar dengan harapan labanya akan lebih lebih kencang dan begitu juga dengan harga sahamnya.

Perusahaan yang masih kecil akan mempunyai ruang yang lebih besar untuk berkembang daripada perusahaan yang sudah matang.

Di BEI tersedia indeks saham-saham yang masuk papan utama (MBX) dan yang masuk papan pengembangan (DBX). Jika dibandingkan antara tahun 2012 awal sampai dengan 2013 semester 1, indeks saham papan utama berawal dari 1.098,90 dan berakhir pada 1.371,182 atau meningkat sebesar 24,78%. Sedangkan indeks saham papan pengembangan dimulai dari 537,871 dan berakhir pada 727,876 atau meningkat sebesar 35,36%. Untuk periode tersebut saham-saham yang termasuk ke dalam papan pengembangan masih lebih baik. Namun jika dinilai dari sejak awal kedua indeks tersebut diluncurkan, maka tentunya saham papan utama yang lebih baik.

Memilih small cap mestinya lebih seksama daripada big cap berhubungan risiko yang juga semakin besar agar hasilnya bisa lebih baik.

Selasa, 16 Juli 2013

Saham Big Cap Paling Murah


Pada artikel sebelumya sudah ditulis mengenai Saham Paling Hebat & Paling Murah. Namun tampaknya daftar tersebut tidak banyak menampilkan saham-saham kapitalisasi besar (big cap). Selain itu, saham-saham kapitalisasi besar kalau cuma diharga dengan PER 7 untuk pertumbuhan 10% nampaknya terlalu kecil.

Berapakah PER yang cocok untuk saham-saham kapitalisasi besar?

Saya ambil PER 15 untuk pertumbuhan 15%.

Jika berdasarkan pertumbuhan laba 10 tahun dianggap data yang terlalu panjang dan tidak begitu mencerminkan kondisi terkini, maka saya ambilkan data selama 3 tahun terakhir, yaitu perbandingan data tahun 2009 dan 2012.

Oleh karena data yang diambil adalah data selama 3 tahun, maka target harga juga saya buat hanya selama 3 tahun ke depan untuk mengantisipasi perkembangan yang tidak pasti.

Dengan PER 15 dan pertumbuhan 15% per tahun, maka pada tahun:
ke-1 EPS 1 akan menjadi 1,15
ke-2 EPS 1,15 menjadi 1,3225
ke-3 EPS 1,3225 menjadi 1,52 (dibulatkan)

Sehingga pada tahun ketiga, harga Rp 15 menjadikan PER : 15/1,52 = 9,87.

Maka inilah daftar 19 saham big cap yang paling murah (diskon) dan paling mahal (premium) berdasarkan pertumbuhan laba 3 tahun terakhir dengan target PER pada tahun ketiga tersebut adalah 9,87.