Tampilkan postingan dengan label PER. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PER. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 20 Juli 2013

Pertumbuhan Laba Sebagai Acuan PER


Jika PER ditetapkan sebesar 20x karena suku bunga deposito adalah 5%, apakah untuk semua saham PER yang wajar adalah 20x? Bagaimana kalau ada yang labanya tumbuh lebih baik daripada yang lainnya? Ada yang tumbuh 20%, 30% dan 50%?

Melihat kelemahan yang ada dari suku bunga deposito sebagai acuan PER terutamanya adalah kelemahannya karena tidak memperhitungkan faktor pertumbuhan laba, maka dapat diambil kesimpulan bahwa acuan yang paling baik untuk menentukan PER adalah tingkat pertumbuhan laba jangka panjang.


                 PER WAJAR = PERTUMBUHAN LABA X 100

Jadi pertumbuhan 10% akan memperoleh PER 10x, 15% PER 15x dan 20% PER 20x, dst.


Meskipun sebenarnya dengan kekuatan bunga majemuk, semakin besar pertumbuhan laba, PER akan semakin tinggi, bisa jadi tidak dikali dengan 100 lagi tetapi lebih daripada 100. Tapi untuk penyederhanaan maka yang dipakai hanya angka pertumbuhan labanya saja.

Angka pertumbuhan laba jangka panjang dapat diperkirakan berdasarkan data pertumbuhan historis misalnya selama 10 tahun belakangan. Perkiraan tersebut dapat disempurnakan lagi dengan membandingkan dengan pertumbuhan selama 5 tahun, 3 tahun, 1 tahun dan pertumbuhan terkini.

Perlu dipahami juga apabila semakin besar laba, maka semakin susah untuk mengharapkan pertumbuhan yang sama seperti pertumbuhan jangka panjangnya. Tentunya akan lebih susah mengharap pertumbuhan yang sama untuk laba Rp 1 triliun daripada dengan laba yang Rp 10 miliar.

Selain itu juga perlu dipertimbangkan adanya corporate action yang mempengaruhi tingkat pertumbuhan laba sementara waktu, misalnya adanya right issue, akuisisi, investasi, divestasi, dll.

Berikut ini adalah tabel perbandingan PER dengan acuan PER yang sama untuk setiap pertumbuhan (Tabel 1) dan PER yang berbeda disesuaikan dengan pertumbuhan laba (Tabel 2).

Terlihat jelas kalau acuan PER yang sama, maka pada tahun ke-10, saham dengan pertumbuhan 30% akan sangat jauh PER-nya dibandingkan dengan saham dengan pertumbuhan 5%. Sedangkan apabila diberikan PER yang berbeda untuk saham dengan pertumbuhan 5% sebesar 5x dan untuk saham dengan pertumbuhan 30% sebesar 30x, rupanya pada tahun ke-10, PER saham dengan pertumbuhan 30% (PER 30x) masih lebih rendah daripada saham dengan pertumbuhan 5% (PER 5x)






Bunga Deposito Sebagai Acuan PER

Jika bank memberikan Anda bunga deposito sebesar 10% berapakah PER layak yang dapat Anda berikan untuk sebuah saham?

Jika suku bunga deposito dianggap sebagai investasi yang bebas risiko, maka suku bunga deposito dapat dijadikan pedoman valuasi PER.

Untuk saham yang dapat memberikan laba per lembar (EPS) sebesar Rp 100 per tahun, jika Anda ingin BEP dalam waktu 10 tahun maka Anda akan memberikan PER sebesar 10x. Jadi harga saham menjadi Rp 1.000 yaitu dari perkalian 10 x Rp 100. Selama 10 tahun tersebut, Anda akan menerima hasil dari EPS (jika semuanya dibagi sebagai dividen) sebesar Rp 1.000.

Jika deposito bisa memberikan hasil sebesar 10%/tahun, maka tanpa melihat seluruh aspek pajak dan bunga majemuk seluruh modal Anda juga akan kembali selama 10 tahun.

Kalau depositonya sebesar 5% per tahun, maka BEP akan mencapai 20 tahun. Untuk mencapai angka BEP 20 tahun, maka PER adalah 20x juga bukan?

Jadi berikut ini daftar perbandingan bunga deposito vs PER yang setara
Bunga              PER
5%                    20
6%                    16,67
7%                    14,29
8%                    12,50
9%                    11,11
10%                  10

Bagaimana kalau suku bunga deposito cuma 1%, apakah PER menjadi 100x? BEP-nya juga 100 tahun? Bagaiamana kalau suku bunganya 20%? Nampaknya kita cuma dapat jadikan suku bunga deposito sebagai acuan jika angkanya tidak jauh dari antara 5-10%.

Baca juga artikel lain mengenai Pertumbuhan Laba Sebagai Acuan PER.



Sabtu, 13 Juli 2013

Berapakah PER Wajar?

Tulisan kali ini berhubungan dengan tulisan sebelumnya Rahasia Per vs Pertumbuhan Laba.

Sering kita bingung untuk menentukan PER yang wajar pada sebuah saham. Salah satu kunci utama yang dapat dijadikan dasar penentuan adalah pertumbuhan laba.

Ternyata untuk mencapai pertumbuhan yang sama pada tahun ke-10 dari sebuah saham dengan pertumbuhan 10% dan dengan 20% perbedaannya sangat jauh.

Pada tahun ke-10 untuk saham yang pertumbuhannya 10% dengan tingkat PER awal 10 maka harga awal di Rp 10 akan menjadi PER 3,86 pada tahun ke-10 jika harga tidak berubah. Untuk mencapai PER yang sama sebesar 3,86 tersebut ternyata PER yang diperlukan untuk saham yang pertumbuhannya 20% per tahun adalah 23,90.

Dengan dasar perhitungan tersebut kita dapat menentukan PER yang layak pada sebuah saham. Dengan pertumbuhan yang berbeda-beda, maka PER juga akan sangat berbeda-beda.

Berikut tabel perbandingannya:


Harga Awal
EPS Awal
PER Awal
EPS Tahun 10
PER Tahun 10
10%
            10.00
1
       10.00
                  2.59
                  3.86
15%
            15.62
1
       15.62
                  4.05
                  3.86
20%
            23.90
1
       23.90
                  6.19
                  3.86
25%
            35.95
1
       35.95
                  9.31
                  3.86
30%
            53.21
1
       53.21
               13.79
                  3.86
35%
            77.61
1
       77.61
               20.11
                  3.86

Kesimpulannya, ternyata saham dengan pertumbuhan yang tinggi, misalnya, 25% masih terlihat murah jika PER-nya masih 25 karena sebenarnya PER-nya bisa mencapai 35,95.

Pertanyaannya adalah, saham apa yang bisa mencapai pertumbuhan 25% per tahun selama 10 tahun?

Rahasia PER vs Pertumbuhan Laba

Selama ini kita melihat ada saham yang PER-nya termasuk tinggi dan ada saham yang termasuk masih rendah. Kadang membingungkan karena kita menilai sebuah saham dengan PER yang rendah terus kita investasi pada saham tersebut, namun harga saham tersebut tidak mau naik atau malah turun, sedangkan saham dengan PER yang tinggi malah lebih tinggi lagi.

Apa sebenarnya penyebabnya?

Jika ditinjau dari segi pertumbuhan laba, maka kita dapat memperoleh jawabannya. Dengan pertumbuhan laba yang konsisten selama paling tidak 5 tahun, maka antara pertumbuhan yang biasa-biasa saja dengan pertumbuhan yang tinggi terdapat perbedaan yang sangat jauh.

Berkut ini tabel perhitungan EPS dengan asumsi pertumbuhan laba yang berbeda-beda. Dengan pertumbuhan hanya 10% per tahun, maka pada tahun ke-5 EPS dari Rp 1 akan menjadi Rp 1,61. Sehingga apabila PER awal adalah 20, maka pada tahun ke 5 akhir, PER menjadi 12,42. Kalau dibandingkan dengan pertumbuhan yang 20% per tahun, PER dari 20 menjadi 8,04.
 
Harga Awal
20
PER Awal
20




Pertumbuhan
EPS

Tahun 0
Tahun 1
Tahun 2
Tahun 3
Tahun 4
Tahun 5
PER Tahun 5
10%
1
1.10
1.21
1.33
1.46
1.61
12.42
15%
1
1.15
1.32
1.52
1.75
2.01
9.94
20%
1
1.20
1.44
1.73
2.07
2.49
8.04
30%
1
1.30
1.69
2.20
2.86
3.71
5.39
40%
1
1.40
1.96
2.74
3.84
5.38
3.72
50%
1
1.50
2.25
3.38
5.06
7.59
2.63


Jadi kesimpulannya dengan pertumbuhan laba yang lebih baik, maka tingkat PER sebuah saham memang harus lebih tinggi.


Bagaimana membandingkannya dengan lebih jelas lagi? Berikut ini adalah tabel perhitungan perbandingan PER sesuai dengan tingkat pertumbuhannya. 

Pertumbuhan
Harga Awal
EPS Awal
PER Awal
EPS Tahun 10
PER Tahun 10
10%
10
1
10
2.59
3.86
15%
15
1
15
4.05
3.71
20%
20
1
20
6.19
3.23
25%
25
1
25
9.31
2.68

Ternyata dalam jangka panjang, PER yang terlihat tinggi pada akhirnya akan menjadi lebh rendah daripada PER yang terlihat masih rendah oleh karena pertumbuhan laba yang lebih baik dari PER yang lebih tinggi tersebut.


Jadi ini bisa menjelaskan kenapa PER saham-saham tertentu sangat tinggi dan kelihatan tidak masuk akal untuk saat ini padahal dalam jangka panjang ternyata lebih rendah.