Kamis, 23 Oktober 2014

WOMF - Analisis Laporan Keuangan Q3 2014




Analisis Laporan Keuangan PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk (WOMF) Q3 2014

Tahunan

Pendapatan meningkat sebesar 3%. Di sisi lain beban meningkat sebesar 6% sehingga laba sebelum pajak terpangkas sebesar  33%. Laba bersih pada akhirnya tergerus sebesar 36% karena beban pajak penghasilan yang berkurang sebesar 36%.

Saldo piutang pembiayaan konsumen meningkat sebesar 25%. Peningkatan ini diharapkan dapat menopang pendapatan jangka panjang perusahaan.

Kuartalan

Pendapatan meningkat sebesar 16%. Di sisi lain beban bertambah sebesar 18% sehingga laba sebelum pajak merosot sebesar  18%. Laba bersih pada akhirnya menguat sebesar 17%  karena beban pajak penghasilan yang berkurang sebesar 80%. Rasio pajak penghasilan yang dicatat oleh perusahaan berkurang menjadi 9% dari 37%.

Rabu, 22 Oktober 2014

BNII - Analisis Laporan Keuangan Q3 2014




Analisis Laporan Keuangan PT Bank Internasional Indonesia Tbk (BNII) Q3 2014

Tahunan

Pendapatan bunga meningkat sebesar 26%. Namun beban bunga meningkat jauh lebih besar yaitu sebesar 46% sehingga pendapatan bunga bersih hanya meningkat sebesar 9%. Di sisi lain, pendapatan operasional lainnya meningkat sebesar 13%. Beban penyisihan cadangan kerugian penurunan nilai melesat sebesar 95%. Beban operasional lainnya bertambah sebesar 21%. Kombinasi dari pendapatan dan beban-beban tersebut membuat laba operasional harus tergerus sebesar 48%. Di sisi lain terjadi pendapatan non-operasional berbanding beban non-operasional sehingga laba sebelum pajak menurun sebesar 44%. 

Laba bersih kemudian tercatat menurun  sebesar 43% karena beban pajak penghasilan yang berkurang sebesar 48%. Pada akhirnya laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk berkurang juga sebesar 43%.

Rasio GPM melemah menjadi 45,46% dari 52,72%.

Dari sisi neraca, kredit yang diberikan mengalami kenaikan sebesar 14%. Simpanan nasabah meningkat sebesar 7%.

Kuartalan

Pendapatan bunga menurun tipis sebesar 1%. Beban bunga meningkat sebesar 5% sehingga pendapatan bunga bersih terpangkas sebesar 9%. Di sisi lain, pendapatan operasional lainnya menurun sebesar 6%. Beban penyisihan cadangan kerugian penurunan nilai berlipat sebesar 107%. Beban operasional lainnya berkurang sebesar 20%. Kombinasi dari pendapatan dan beban-beban tersebut menimbulkan rugi operasional berbanding laba operasional pada periode sebelumnya. Di sisi lain pendapatan non-operasional berkurang sehingga menimbulkan rugi sebelum pajak berbanding laba sebelum pajak. 

Laba bersih kemudian tercatat terjungkal sebesar 93% karena munculnya manfaat pajak penghasilan berbanding beban pajak penghasilan. Pada akhirnya laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk terperosok sebesar 97%.

Rasio GPM kembali melemah menjadi 41,60% dari 44,94%.

Dari sisi neraca, kredit yang diberikan mengalami penipisan sebesar 1%. Simpanan nasabah berkurang sebesar 2%.

Selasa, 21 Oktober 2014

ASDM - Analisis Laporan Keuangan Q3 2014




Analisis Laporan Keuangan PT Asuransi Dayin Mitra Tbk (ASDM) Q3 2014

Tahunan

Pendapatan tumbuh sebesar 20%. Di sisi lain beban meningkat sebesar 20% juga sehingga laba sebelum pajak menguat sebesar  22%. Laba bersih pada akhirnya bertambah sebesar 34% karena beban pajak penghasilan yang menurun sebesar 27%.

Laba perusahaan banyak disumbang dari hasil investasi yang meningkat sebesar 25%.

Saldo deposito bertambah sebesar 13%. Saldo efek-efek mengecil sebesar 20% Diharapkan aset-aset tersebut dapat menopang pendapatan jangka panjang perusahaan dari investasi.

Saldo premi yang belum merupakan pendapatan meningkat sebesar 24%. Peningkatan ini tentunya dapat menjamin dengan baik pendapatan premi ke depannya.

Kuartalan

Pendapatan merosot sebesar 17%. Di sisi lain beban berkurang sebesar 16% sehingga laba sebelum pajak terpangkas sebesar  20%. Laba bersih pada akhirnya turun sebesar 21% karena beban pajak penghasilan yang menurun sebesar 17%. 

ARNA - Analisis Laporan Keuangan Q3 2014




Analisis Laporan Keuangan PT Arwana Citra Mulia Tbk (ARNA) Q3 2014

Tahunan

Penjualan meningkat  sebesar 20%. Di sisi beban pokok, beban bertambah sebesar 28%  sehingga laba kotor hanya naik sebesar 6%. Di sisi lain, beban usaha berkurang sebesar 7% sehingga laba usaha tumbuh sebesar 14%. Laba sebelum pajak naik sebesar 14% karena beban keuangan yang menurun.

Laba bersih kemudian mengembang sebesar 15%  dikarenakan beban pajak penghasilan yang meningkat sebesar 12%. Pada akhirnya laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk  meningkat sebesar 16%. Perusahaan menelan kerugian selisih kurs yang signifikan pada periode ini dan juga pada periode sebelumnya. Jika disesuaikan, maka laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk akan naik sebesar 10%.

Rasio GPM menyusut menjadi 32,24% dari 36,38%. Penurunan ini tampaknya harus mulai diperhatikan lebih serius oleh manajemen.

Saldo aset tetap berkurang tipis sebesar 1%.

Hutang finansial berkurang sebesar 30%. Beban keuangan berkurang sebesar 26%. Beban keuangan bukan merupakan beban yang berpengaruh besar terhadap laba bersih.


Pengeluaran kas untuk investasi menyusut sebesar 37%. Jika dibandingkan dengan jumlah aset tidak lancar, pengeluaran tersebut setara dengan 12% berbanding 19%.



Kuartalan

Penjualan tergerus  sebesar 4%. Di sisi beban pokok, beban turun sebesar 3%  sehingga laba kotor terkikis sebesar 7%. Di sisi lain, beban usaha bertambah sebesar 44% sehingga laba usaha turun sebesar 27%. Kenaikan beban usaha ini tampaknya bersifat musiman karena secara tahunan beban usaha turun dan begitu juga jika dibandingkan antara 9M 2014 dengan 9M 2013. Laba sebelum pajak terpangkas sebesar 28%.

Laba bersih kemudian turun sebesar 28%  dikarenakan beban pajak penghasilan yang menyusut sebesar 27%. Pada akhirnya laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk  terpangkas sebesar 28%. Perusahaan menelan kerugian selisih kurs pada periode ini dan pada periode sebelumnya. Jika disesuaikan, maka laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk akan terpangkas sebesar 29%.

Rasio GPM menyusut menjadi 31,84% dari 32,90%.

Jumat, 17 Oktober 2014

ADMF - Analisis Laporan Keuangan Q3 2014




Analisis Laporan Keuangan PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (ADMF) Q3 2014


Tahunan

Perusahaan mencatat pertumbuhan pendapatan sebesar 7%. Di sisi lain beban meningkat sebesar 18% sehingga laba sebelum pajak terpangkas sebesar  25%. Laba bersih pada akhirnya juga menurun sebesar 25%  karena beban pajak penghasilan yang berkurang sebesar 25%.

Saldo piutang piutang pembiayaan konsumen meningkat sebesar 12%. Peningkatan tersebut diharapkan dapat menopang pendapatan jangka panjang perusahaan.

Kuartalan

Pendapatan meningkat sebesar 6%. Di sisi lain beban meningkat sebesar 5% sehingga laba sebelum pajak naik sebesar  14%. Laba bersih pada akhirnya tumbuh sebesar 12%  karena beban pajak penghasilan yang bertambah sebesar 21%.

Saldo piutang piutang pembiayaan konsumen meningkat sebesar 3%. 

BDMN - Analisis Laporan Keuangan Q3 2014


Analisis Laporan Keuangan PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN) Q3 2014

Tahunan
Perusahaan mencatat kenaikan pendapatan bunga dan underwriting sebesar 15%. Namun beban bunga dan underwriting meningkat jauh lebih besar yaitu sebesar 43% sehingga pendapatan bunga dan underwriting bersih hanya meningkat sebesar 1%. Di sisi lain, pendapatan operasional lainnya menurun sebesar 11%. Beban penyisihan cadangan kerugian penurunan nilai mengembang sebesar 1%. Beban operasional lainnya bertambah sebesar 4%. Kombinasi dari pendapatan dan beban-beban tersebut membuat laba operasional harus tergerus sebesar 15%. Di sisi lain terjadi beban non-operasional berbanding pendapatan non-operasional sehingga laba sebelum pajak menurun sebesar 22%.  Laba bersih kemudian tercatat menurun juga sebesar 22%. Pada akhirnya laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk berkurang juga sebesar 22%.

Rasio GPM secara tahunan melemah menjadi 58,95% dari 66,92%.

Dari sisi neraca, kredit yang diberikan mengalami kenaikan sebesar 21%. Simpanan nasabah meningkat sebesar 14%.

Kuartalan

Perusahaan mencatat kenaikan pendapatan bunga dan underwriting sebesar 1%. Beban bunga dan underwriting tidak banyak mengalami perubahan sehingga pendapatan bunga dan underwriting bersih meningkat sebesar 3%. Di sisi lain, pendapatan operasional lainnya menurun sebesar 7%. Beban penyisihan cadangan kerugian penurunan nilai tidak banyak mengalami perubahan. Beban operasional lainnya juga tidak banyak mengalami perubahan. Kombinasi dari pendapatan dan beban-beban tersebut membuat laba operasional mengembang sebesar 2%. Di sisi lain beban non-operasional meningkat sebesar 41% sehingga laba sebelum pajak bertambah sebesar 1%.  Laba bersih kemudian tercatat meningkat juga sebesar 1%. Pada akhirnya laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tidak banyak mengalami perubahan.

Rasio GPM meningkat tipis menjadi 57,36% dari 56,66%.

Dari sisi neraca, kredit yang diberikan mengalami kenaikan sebesar 11%. Simpanan nasabah meningkat sebesar 5%.

Jumat, 10 Oktober 2014

Seberapa Hebat Kemampuan Trading Anda?




Menjadi seorang trader sebenarnya lebih sulit daripada menjadi seorang investor dalam pasar saham.

Selama setahun terakhir dari 10 Oktober 2013 sampai dengan 10 Oktober 2014, IHSG mencatat 136 hari naik dan 104 hari turun  dengan jumlah hari trading sebanyak 240 hari. Jika diakumulasikan jumlah  persentase naik dari setiap hari yang naik, maka akan bernilai +126% (dibulatkan) dan yang turun sebesar -116% (dibulatkan) dengan total +9% (dibulatkan).

Jika Anda seorang investor yang membeli "IHSG" pada tanggal 10 Oktober 2013 dan masih memegangnya sampai dengan 10 Oktober 2014, maka Anda sudah memperoleh keuntungan sebesar 9%. Angka yang  tidak terlalu besar bukan?

Hasil 9% tersebut tentunya memang tidak besar (lebih baik simpan deposito tanpa risiko bisa 11% kan?) sehingga kebanyakan orang ingin menjadi trader untuk memaksimalkan keuntungan yang  didapat. Ingin memanfaatkan gelombang-gelombang naik turun pasar agar memperoleh laba yang tinggi. Caranya tidak lain dan tidak bukan adalah dengan melakukan beli-jual beli-jual.

Namun, jika kemampuan  Anda hanya rata-rata dalam trading, alias 50% betul dan 50% salah (trading ini kadang-kadang lebih mirip menebak koin), maka sebaiknya Anda berpikir ulang untuk menjadi seorang trader “IHSG”.  Selain itu, semakin sering Anda trading, maka semakin besar biaya-biaya trading yang Anda keluarkan.

Kembali ke angka 126% tadi, jika Anda seorang mahadewa trader yang 100% betul, maka setahun ini Anda akan untung sebesar 126% jika Anda hanya membeli “IHSG”  (tanpa memperhitungkan biaya-biaya komisi).

Berikut ini tabel perbandingan kemampuan trading “IHSG” Anda dan hasilnya.


Jika kemampuan Anda hanya rata-rata, maka Anda berpeluang untuk memperoleh hasil sebesar 5% saja karena Anda betul 50% dari 126% (50%-nya lagi salah sehingga tidak memperoleh nilai) dan salah sebanyak 50% dari -116% (50%-nya lagi betul namun tidak memperoleh nilai). Kenapa hitungannya seperti itu? Karena Anda tidak dapat melakukan short selling atau menjual terlebih dahulu tanpa mempunyai barang. Sehingga ketika IHSG turun Anda tidak memperoleh apa-apa. Hanya jadi penonton.

Jika kemampuan Anda betul sebesar 60% dan salah 40%, maka nilai Anda adalah 29% karena Anda memperoleh keuntungan sebesar 60% dari 126% dan menderita kekalahan sebesar 40% dari -116%.

Nilai ideal yang harus Anda capai tampaknya adalah 70% betul dan 30% salah untuk mencapai nilai sebesar  53%. Hasil 50% dalam setahun saya kira sudah merupakan angka yang sangat baik. Untuk meningkatkan keuntungan, Anda bisa melakukan leveraging, yaitu meminjam dari pihak lain untuk meningkatkan modal. Misalnya dengan margin.

Sebenarnya, jika kemampuan Anda sudah sebaik itu, pasar saham tidak cocok untuk Anda. Jadi Anda tampaknya lebih baik mencari pasar lain yang memungkinkan Anda untuk melakukan short sehingga Anda bisa mendulang untung dari kenaikan maupun penurunan pasar dan menghasilkan keuntungan berlipat-lipat.


Soal short tampaknya tidak melulu tidak bisa dilakukan karena BEI juga mengenal kondisi short. BEI juga mempunyai daftar-daftar saham yang boleh di-short (?).

Menjadi trader yang terlalu aktif banyak kerugiannya jika kemampuan Anda hanya rata-rata. Jika setiap hari Anda melakukan transaksi jual beli. Atau beli pagi jual sore, maka komisi yang harus Anda bayar, misalnya komisi yang dikenakan kepada Anda adalah beli 0,15% dan jual 0,25% atau total 0,40%, dalam setahun adalah sebesar 0,40%/hari x 240 hari = 96%! Jadi kira-kira Anda setiap hari melakukan transaksi sebesar Rp 200 juta dari modal Rp 100 juta (beli Rp 100 juta dan jual Rp 100 juta). Anda tidak untung dan tidak rugi dari selisih harga dan setiap hari Anda mengisi kembali kekurangan modal Anda karena biaya komisi, maka sampai dengan setahun, Anda akan membayar biaya komisi sebesar Rp 96 juta. Kalau dihitung dari modal awal Anda telah rugi sebesar 96%.