Sabtu, 24 Agustus 2013

Hutang Emiten Kontraktor

Pada tulisan sebelumnya mengenai Pilih Saham Kontraktor disebutkan kalau DER seluruh emiten kontraktor sangat tinggi.

Namun, apabila kita membanding dan memilah-milah hutang mereka, ternyata hutang yang besar tersebut ternyata tidak perlu terlalu dirisaukann karena hutang yang besar juga didukung dengan jumlah aset lancar yang sebanding.

Berikut ini perbandingan antara aset lancar dengan total hutang (data per 30 Juni 2013):




Hutang-hutang emiten tersebut yang dalam mata uang USD relatif tidak ada sehingga yang perlu diperhatikan adalah hutang berbunga dan mengira-ngira seberapa besar dampak kenaikan bunga dari hutang yang berbunga tidak tetap.

Berikut ini adalah perbandingan perkiraan dampak perubahan beban bunga jika bunga diperkirakan akan naik 2% . Dampak hanya akan terjadi atas hutang bank yang berbunga tidak tetap. Hutang surat-surat berharga misalnya obligasi sudah ditetapkan besarannya sehingga tidak bermasalah.



Dari data di atas terlihat hutang WIKA adalah yang paling rendah dibandingkan dengan total ekuitasnya, namun yang paling tidak berdampak terhadap perubahan bunga adalah ADHI karena hutangnya sebagian besar adalah hutang obligasi yang berbunga tetap dan hutang sukuk yang tidak tergantung kepada bunga.

Kalau kita bandingkan dengan target laba masing-masing, maka dampak perubahan bunga relatif masih aman.

Berikut ini datanya:




Tidak ada komentar:

Posting Komentar