Selasa, 18 Maret 2014

INTP - Analisis Laporan Keuangan Q4 2013




PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) mencatat kinerja keuangan yang agak baik pada tahun 2013 dibandingkan dengan tahun 2012. Sedangkan kinerja pada Q4 2013 jika dibandingkan dengan Q3 2013 memperlihatkan kemajuan yang sangat berarti.
Penjualan pada tahun 2013 mengalami kenaikan sebesar 8% menjadi Rp 18,691 triliun. Laba kotor meningkat sebesar 5% menjadi Rp 6,064 triliun. Laba usaha dapat naik 3% menjadi Rp 6,064 triliun. Laba bersih naik 5% menjadi Rp 5,012 triliun.
Secara kuartalan, penjualan tercatat naik signifikan sebesar 21% menjadi Rp 5,343 triliun. Laba kotor meningkat 17% menjadi Rp 2,385 triliun. Laba usaha naik 14% menjadi Rp 1,635 triliun. Laba bersih naik 18% menjadi Rp 1,403 triliun. 
Jika digabungkan dengan pendapatan keuangan, INTP tidak mempunyai beban keuangan. Rasio DER juga menunjukkan angka yang rendah di level 16% pada tahun 2013 dibandingkan dengan 17% pada tahun 2012.
Pengeluaran kas untuk investasi selama tahun 2013 tercatat naik signifikan sebesar 109% menjadi Rp 2,005 triliun. Jika dibandingkan dengan jumlah aset tidak lancar, pengeluaran kas ini setara dengan 21% aset tidak lancar pada tahun 2013 dibandingkan dengan 12% pada tahun 2012.

Neraca emiten ini terhitung sangat kuat terutama dinilai dari rasio DER yang kecil dan juga rasio aset lancar dibagi liabilitas lancar yang sangat tinggi. Rasio aset lancar dibagi liabilitas lancar tercatat sebesar 615% pada tahun 2013 dibandingkan dengan 603% pada tahun 2012.
Rasio ROE adalah 22% pada tahun 2013 dibandingkan dengan 25% pada tahun 2012.
Rasio GPM mengalami penurunan tipis selama tahun 2013 menjadi 46,30% dari 47,83% pada tahun 2012.  Begitu juga dengan rasio NPM turun menjadi 26,81% dari 27,53%.
Secara kuartalan, rasio GPM mengalami penurunan menjadi 44,64% dari 46,17%. Sedangkan rasio NPM-nya turun tipis menjadi 26,24% dari 26,79%. 
Tidak banyak berubahnya antara rasio GPM dan NPM secara tahunan maupun kuartalan memberikan gambaran kehebatan manajemen dalam menjaga volume penjualan, harga penjualan dan beban-beban sehingga tetap menghasilkan kinerja laba bersih yang kuat dan mudah diprediksi.

Dengan harga terakhir (18/3/14) di Rp 24.000 emiten ini diperdagangkan pada PER sebesar 17,63 berdasarkan EPS yang disetahunkan tahun 2013 dan PBV sebesar 3,85 sesuai dengan nilai buku per lembar per 31 Desember 2013.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar