Rabu, 26 Maret 2014

MYOH - Analisis Laporan Keuangan Q4 2013



PT Samindo Resources Tbk (MYOH) mengukir kinerja yang sangat memuaskan pada tahun 2013 dibandingkan dengan tahun 2012. Pada Q4 2013 kinerja penjualan maupun laba usaha juga meningkat dengan baik. Namun kecilnya beban pajak penghasilan yang dibukuan pada Q3 2013 menyebabkan komparasi laba bersih yang terlihat tidak memuaskan di Q4 2013.

Pendapatan pada tahun 2013 naik sebesar 37% menjadi Rp 2,456 triliun. Laba kotor naik 49% menjadi Rp 346 miliar. Laba usaha meningkat 65% menjadi Rp 278 miliar. Laba sebelum pajak tumbuh sebesar 47% menjadi Rp 235 miliar. Laba bersih naik sebesar 381% menjadi Rp 174 miliar.

Terdapat penyesuaian proforma dari transaksi restrukturisasi entitas sepengendali pada tahun 2012 yang menyebabkan laba tahun 2012 menjadi lebih kecil sedangkan pada tahun 2013 tidak ada penyesuaian seperti ini.

MYOH menderita kerugian selisih kurs yang besar pada tahun 2013 yang tercatat naik sebesar 396% menjadi Rp 36 miliar. Apabila kerugian tersebut dikeluarkan dari perhitungan laba bersih (dengan asumsi rasio pajak penghasilan 25%), maka laba bersih disesuaikan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk  naik 385% menjadi Rp 201 miliar.

Secara kuartalan, pendapatan naik sebesar 14% menjadi Rp 718 miliar. Laba kotor naik 24% menjadi Rp 105 miliar. Laba usaha meningkat 19% menjadi Rp 83 miliar. Pada Q3 2013 nampaknya beban pajak penghasilan kurang dibukukan sehingga beban pajak penghasilan pada Q4 2013 kelihatan jauh lebih  besar (bandingkan rasio pajak penghasilan di Q4 dan Q3). Laba bersih menjadi turun sebesar 23% menjadi Rp 38 miliar.

MYOH menderita kerugian selisih kurs yang lebih kecil di Q4 2013. Sehingga apabila kerugian tersebut dikeluarkan dari perhitungan laba bersih, maka laba bersih disesuaikan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk  turun 26% menjadi Rp 47 miliar.

Rasio GPM pada tahun 2013 meningkat menjadi 14,09% dari 12,96% pada tahun 2012. Secara kuartalan rasio GPM juga naik menjadi 14,67% dari 13,52%.

Sedangkan rasio NPM (disesuaikan) menjadi 8,17% pada tahun 2013 dari 2,30% pada tahun 2012. Secara kuartalan menurun menjadi 6,56% dari 10,13%.

Rasio ROE mengalami kenaikan pada tahun 2013 menjadi 26% dari 15% pada tahun 2012.

Rasio DER menurun pada tahun 2013 menjadi 132% dari 377% pada tahun 2012. Turunnya  rasio DER disebabkan juga oleh kenaikan ekuitas yang berasal dari penawaran umum terbatas.

Hutang finansial tercatat naik pada tahun 2013 sebesar 38% menjadi Rp 762 miliar. Beban keuangan juga meningkat sebesar 133% menjadi Rp 10 miliar.

Pengeluaran kas untuk aktivitas investasi pada tahun 2013 masih cukup tinggi namun menurun sebesar 70% menjadi Rp 233 miliar dibandingkan dengan tahun 2012. Aset tetap naik 31% menjadi Rp 898 miliar.

Rasio pengeluaran kas tersebut dibandingkan dengan aset tidak lancar adalah sebesar 26% dibandingkan dengan 112% pada tahun 2012. Dengan besarnya pengeluaran kas untuk investasi tentunya diharapkan imbal hasil dari investasi tersebut akan tampak pada tahun-tahun selanjutnya.

Pada harga terakhir sebesar Rp 429 (25/3/14), MYOH dihargai hanya dengan rasio PER sebesar 4,72 berdasarkan EPS tahun 2013 yang disesuaikan dan PBV-nya 1,21 berdasarkan nilai buku per lembar per 31 Desember 2013.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar