Selasa, 23 Juli 2013

Bermain Saham Sebagai Profesi?



Zaman sekarang untuk menjadi karyawan bidang tertentu sebagai profesi semakin dituntut untuk mempunyai kemampuan yang semakin tinggi.

Banyak syarat yang harus dipenuhi oleh pencari kerja dewasa ini yang sebenarnya syarat tersebut banyak yang diskriminatif.

Nah, daripada Anda pusing-pusing untuk mencari profesi impian di suatu perusahaan, Anda sebenarnya bisa mencoba profesi sebagai Pemain Saham.

Kedengarannya masih aneh? Anda benar sekali karena sebenarnya profesi pemain saham belum banyak dilakoni orang.

Sebagai pemain saham Anda bukan karyawan lagi dan menjadi bos untuk diri sendiri. Ingin berprofesi sebagai dokter, pengacara, notaris, konsultan...Anda dituntut untuk mempunyai ilmu-ilmu di bidang tersebut yang jika Anda ingin tuntut ilmunya memakan waktu yang sangat lama.

Apakah menjadi pemain saham juga memerlukan ilmu tertentu? Bisa iya jika Anda memang ingin menjadi pemain saham yang punya kemampuan cukup dalam waktu yang cepat, bisa juga tidak karena Anda sebenarnya dapat belajar sambil bekerja.

Sekalipun Anda cacat anggota tubuh, Anda tuli, Anda bisu, Anda jelek, Anda pendek, Anda terlalu tinggi, Anda terlalu gemuk, Anda terlalu kurus, Anda sudah tua, Anda masih terlalu muda, Anda dari suku tertentu, Anda tidak bisa berbahasa asing, Anda beragama tertentu...Anda tetap bisa jadi pemain saham. 

Menjadi pemain saham sudah hampir sama dengan berwirausaha. Menarik bukan jika Anda setingkat dengan pengusaha? Anda beranjak dari level karyawan menjadi level bos. Menjadi bos bagi diri sendiri. Mempunyai waktu libur yang bebas. Bebas kemana saja. Mau ambil cuti tidak perlu minta persetujuan atasan atau bos lagi. Tidak perlu terpaksa bekerja karena gaji padahal tidak cocok dengan bidang yang sedang dikerjai, tidak cocok dengan atasan, tidak cocok dengan rekan kerja, tidak cocok dengan lingkungan kerja. Yang juga penting, Anda tidak perlu capek-capek melakukan absensi.

Sudah siapkah Anda untuk menjadi pemain saham? Jika sudah, maka sebaiknya Anda mempersiapkan diri terlebih dahulu dengan ilmu yang diperlukan.

Jika Anda masih bekerja, maka Anda tidak perlu keluar dari pekerjaan sekarang karena Anda bisa belajar ilmu untuk menjadi pemain saham sambil tetap bekerja.

Jika Anda belum bekerja, (Anda sebenarnya beruntung karena Anda tidak perlu capek-capek membuat surat pengunduran diri) Anda bisa manfaatkan waktu banyak Anda dengan menuntut ilmu untuk menjadi seorang pemain saham.

Jika Anda nekat dan ingin langsung menjadi pemain saham juga tidak ada yang melarang.

Ilmu apa yang berguna sebagai pemain saham? Ya, yang pokok adalah ilmu analisis fundamental dan ilmu analisis teknikal.

Analisis fundamental mengkaji isi dari sebuah perusahaan mulai dari laporan keuangannya, rasio keuangannya, dividennya, laba per lembar sahamnya, valuasinya, prospeknya, sampai dengan kondisi ekonomi makro.

Analisis teknikal mengkaji berbagai kemungkinan harga berdasarkan pada grafik harga dan volume yang telah lalu. Mempelajari kapan mesti membeli kapan mesti menjual. Bidang ini menggunakan banyak alat bantu misalnya pola grafik, bentuk grafik, garis tren, garis resisten dan support, berbagai indikator yang semuanya berguna untuk meramalkan harga ke depan.

Kedengarannya masih sulit? Mestinya tidak.

Dibandingkan dengan dahulu, sekarang ini koneksi ke internet telah begitu mudah dan sangat cepat. Anda bisa memperoleh bahan yang tidak terhingga untuk mempelajari ilmu yang diperlukan yang bersumber dari internet.

Bermain saham dewasa ini juga bisa dilakukan dengan perangkat mobile asalkan ada internetnya karena telah sangat banyak sekuritas yang menyediakan platform perdagangan online secara mobile. Jika Anda bekerja sambil bermain saham, Anda bisa menggunakan perangkat mobile untuk memantau pasar dan melakukan transaksi sambil sembunyi-sembunyi agar tidak diketahui oleh bos, atasan, atau rekan kerja yang lain.

Namun, ternyata menjadi pemain saham tidaklah gampang. Tidak segampang Anda menjadi karyawan yang risikonya sangat kecil biarpun masih ada.

Karena pemain saham sudah sama dengan pengusaha, maka risiko yang dihadapi adalah sama besar atau lebih besar. Konon katanya 80% pemain saham mengalami kegagalan.Kemudian 10% hanya kerja sosial karena cuma balik modal. Sisanya 5% untung seadanya. Terakhir 5% antara untung besar dan sangat besar.

Masih berniat menjadi pemain saham? Ingin menjadi yang 5% terakhir?



Tidak ada komentar:

Posting Komentar