Senin, 08 Juli 2013

Indeks Saham - Acuan Dasar Harga Saham



Selain Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ternyata ada yang namanya indeks saham. Indeks saham adalah indeks atas satu saham saja. Sedangkan IHSG merupakan indeks yang mencerminkan keseluruhan saham di BEI sesuai dengan bobotnya masing-masing.

Bagaimana cara menentukan indeks saham?

Pada umumnya indeks saham dimulai dari angka 100. Ketika pertama kali sebuah saham mencatatkan dirinya di bursa, maka angka indeksnya dalah 100 pada harga IPO-nya (harga dasar). Jika harga saham tersebut naik 10%, maka indeksnya akan berubah menjadi 110 begitu juga seterusnya.

Jadi rumusnya adalah : Harga Pasar/Harga Dasar x 100

Selama dalam perjalanannya, emiten akan melakukan berbagai aksi korporasi, misalnya right issue yang mana harga right issue kemungkinan besar tidak sama dengan harga ketika IPO, dan juga tidak sama dengan jumlah lembar saham right issuenya dengan IPO, maka harga sahamya akan disesuaikan. Harga right issue bisa jadi lebih tinggi atau lebih rendah daripada harga pertama kali. Right issue seperti ini akan mengakibatkan pihak bursa membuat perubahan pada harga sahamnya sebelum diperdagangkan. Aksi korporasi yang akan mengubah harga saham adalah stock split, reverse stock split, saham bonus, dll.

Kita semakin bingung untuk mengingat harga saham “sebenarnya dulu” setara dengan berapa. Untunglah kita mempunyai indeks harga saham sebagai patokannya karena indeks harga saham tidak akan berubah selama harga saham di pasar tidak berubah.

Dari indeks sebuah saham, kita bisa tahu persis kinerja sebuah saham dari sejak pertama kali listing.
Dengan rumus perhitungan sederhana, apabila kita mengetahui angka indeks sebuah saham, maka kita dapat tahu persis harga dasar saham atau harga dasar yang telah disesuaikan tersebut.
Tahukah Anda saham apa yang paling menghasilkan selama sejarah BEI? Tepat sekali, Anda dapat mengetahuinya dengan melihat indeks sahamnya. Saham paling berhasil sepanjang sejarah BEI adalah saham UNVR. Dengan kalkulasi sederhana dari indeks sahamnya, maka kita dapat tahu kalau harga UNVR awalnya adalah Rp 20 saja. Selain itu UNTR Rp 84, CPIN Rp 22, KLBF Rp 10.

Dengan cara yang sama kita akan tahu kalau harga BNBR  Rp 2.907. Harga BDMN Rp 177.083!

Apakah kesimpulan Anda kalau harga saham sekarang ternyata jauh lebih kecil daripada harga dasarnya?  Sebabnya tentu saja saham tersebut pernah jatuh sangat dalam dulunya contohnya BDMN. Sebab lainnya saham tersebut selain pernah jatuh sangat dalam juga pernah melakukan reverse stock split, namun harga saham tersebut kemudian jatuh lagi jauh dari harga reverse tersebut. Contoh paling dekat adalah saham FREN di mana harga dasarnya sebenarnya adalah Rp 1.800. FREN pernah melakukan reverse stock split sebanyak 20 lipat ketika harganya Rp 50. Pada harga Rp 50 pun FREN sudah jatuh dari harga awalnya di seratusan rupiah.

Contoh lainnya adalah BNBR yang sudah pernah melakukan reverse stock split tidak kurang dari dua kali. Kita lihat indeks harga saham BNBR pada harga Rp 50 sekarang adalah 1,720. Bagaimana mencari harga dasarnya?
Kalkulasi 1 : 1,720/100 = 0,0172
Kalkulasi 2 : 50/0,0172 = 2.907 (dibulatkan)

Contoh perhitungan UNVR.
Pada harga Rp 22.750 indeks = 116.487,456
Kalkulasi 1 : 116.487,456/100 = 1.164,87456
Kalkulasi 2 : 22.750/1.164,87456 = 20 (dibulatkan)

Ingin tahu saham Bakrie mana yang paling “baik”? Bandingkan harganya sekarang dengan harga dasarnya. Berikut ini tabel harga dasar saham-saham Bakrie:

KODE
 HARGA DASAR
BNBR
                          2.907
BRAU
                             400
BRMS
                             635
BUMI
                         1.723
DEWA
                             303
ELTY
                             485
ENRG
                             150
UNSP
211
VIVA
                             300

Bagaimana dengan saham-saham grup Lippo? LPLI Rp 3.241, LPPS Rp 1.472, MLPL Rp 872. Masih belum termasuk saham yang "baik" bukan?

6 komentar:

  1. Ngomong2, memangnya saham UNVR sudah stock split berapa kali dan dengan total kelipatan berapa?

    Saya cek2 online, disebutkan kalau UNVR dulu IPO di harga Rp. 3175, tapi tidak tahu sejak itu sudah stock split atau stock buyback atau bagi dividen.

    Mohon penjelasanya. Terima Kasih.

    BalasHapus
  2. Stephen, UNVR sdh pernah stock split 10 kali sebanyak 2 kali. Bagi saham bonus 2 kali. Untuk informasi yang lengkap bisa dilihat di sini: http://www.britama.com/index.php/2012/06/sejarah-dan-profil-singkat-unvr/

    BalasHapus
  3. sorry,pak. sy numpang tanya. masih ada angka2 yg kurang jelas buat sy.

    >> bagaimana mendapatkan angka 2,907 dan 1,720 utuk BNBR?




    BalasHapus
  4. Stock Trader: Indeks saham sudah disediakan datanya oleh BEI. Anda bisa cek datanya atau download di sini http://www.idx.co.id/id-id/beranda/unduhdata/ringkasan.aspx.

    Cara hitungnya saya kira sudah cukup jelas dari tulisan di atas.

    BalasHapus
  5. maaf pak, saya mau nanya, rumus mencari indeks harga saham kan harga pasar/harga dasar x 100. sedangkan menurut yang saya baca, untuk menentukan harga dasar itu perlu penyesuaian apabila perusahaan melakukan aksi korporasi, berarti untuk menghitung indeks harga saham 2008-2012, masing-masing tahun memiliki harga dasar yang berbeda.. saya mau nanya pak, bagaimana mencari indeks harga saham dari tahun 2008-2012 dan harga dasarnya gimana penyesuaiannya, apakah setiap tahun itu harus kita hitung lagi harga dasarnya? trimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Untuk mencari tahu indeks saham tahun-tahun lama dapat menghubungi pihak penyedia data, yaitu BEI. Begitu juga dengan harga dasarnya, pihak BEI yang paling tahu tentunya. Jika tidak ada aksi korporasi tertentu yang menyebabkan harga dasar harus diubah, tentunya tidak perlu setiap tahun menghitung ulang harga dasarnya.

      Hapus