Minggu, 27 April 2014

TELE - Analisis Laporan Keuangan Q4 2013


PT Tiphone Mobile Indonesia Tbk (TELE) mencatatkan kinerja tahun 2013 yang sangat baik dibandingkan dengan tahun 2012. Begitu juga dengan kinerja pada Q4 2013 mengalami perkembangan yang sangat baik dibandingkan dengan Q3 2013.

Pendapatan tahunan tercatat naik sebesar 28% menjadi Rp 10,485 triliun dengan laba kotor yang juga meningkat, yaitu sebesar 39% menjadi Rp 628 miliar. Laba usaha bertambah sebesar 50% menjadi Rp 448 miliar. Laba sebelum pajak berkembang sebesar 45% menjadi Rp 393 miliar. Laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk mengembang 45% menjadi Rp 294 miliar.

Secara kuartalan, pendapatan tercatat naik signifikan sebesar 41% menjadi Rp 3,504 triliun yang diikuti dengan laba kotor yang juga meningkat, yaitu sebesar 18% menjadi Rp 190 miliar. Laba usaha mengalami perkembangan sebesar 15% menjadi Rp 134 miliar. Laba sebelum pajak naik 14% menjadi Rp 118 miliar. Laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk bertambah 22% menjadi Rp 91 miliar.

Rsio GPM tahunan yang berada pada angka 5,99% pada tahun 2013 dibandingkan dengan 5,52% pada tahun 2012. Secara kuartalan, rasio GPM turun menjadi 5,41% dari 6,48%.

Rasio NPM tahunan naik menjadi 2,81% dari 2,48%. Secara kuartalan, rasio NPM menjadi 2,60% dari 2,99%.

Tingkat ROE tahunan mengalami peningkatan dan berada pada angka 21% pada tahun 2013 daripada 18% pada tahun 2012.

Rasio DER secara tahunan melambung menjadi 149% dari 23%. Hutang finansial menggelembung sebesar 1059% menjadi Rp 1,476 triliun. Beban keuangan membengkak sebesar 110% menjadi Rp 55 miliar. Beban keuangan merupakan beban yang berpengaruh signifikan terhadap laba bersih perusahaan.

Pengeluaran kas untuk kegiatan investasi pada tahun 2013 tercatat  sangat tinggi dan naik dibandingkan dengan tahun 2012 yaitu sebesar  2649% menjadi Rp 523 miliar. Aset tetap tercatat meningkat sebesar 48% menjadi Rp 156 miliar.

Kebutuhan dana untuk investasi berbarengan dengan lambannya penagihan piutang usaha dan peningkatan dari nilai persediaan telah menyebabkan kebutuhan akan kas yang cukup besar yang ditutupi sebagian besar dari pinjaman bank.

Pemegang saham TELE masih mempunyai jumlah waran yang cukup banyak dengan harga penebusan sebesar Rp 310/lembar yang apabila ditebus semuanya maka nilainya adalah sebesar Rp 349 miliar.

Dalam perhitungan analisis ini untuk EPS jumlah lembar waran tersebut ikut dimasukkan sehingga jumlah lembar saham plus waran seluruhnya menjadi 6.673.000.000 tetapi untuk perhitungan BVS, nilai seluruh penebusan tersebut belum dimasukkan.

Pada harga terakhir sebesar Rp 795 (24/4/14), saham emiten ini dihargai dengan rasio PER sebesar 17,99 berdasarkan EPS tahun 2013. (Untuk PBV angka yang tertera lebih besar dari yang seharusnya karena nilai kemungkinan penebusan waran belum dimasukkan).




Tidak ada komentar:

Posting Komentar