Senin, 28 April 2014

TLKM - Analisis Laporan Keuangan Q1 2014


PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) mengukir kinerja tahunan yang cukup baik sampai dengan Q1 2014 dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Kinerja pendapatan pada Q1 2014 jika dibandingkan dengan Q4 2013 turun tipis namun laba dapat meningkat secara keseluruhan karena lebih rendahnya beban usaha.

Pendapatan tahunan naik sebesar 7% dibandingkan dengan tahun yang lalu menjadi Rp 84,670 triliun. Laba usaha naik juga sebesar 7% menjadi Rp 28,076 triliun. Laba sebelum pajak meningkat sebesar 11% menjadi Rp 27,433 triliun. Laba bersih bertambah sebesar 9% menjadi Rp 20,494 triliun dan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk mengembang 11% menjadi Rp 14,377 triliun.

Pada Q1 2014, pendapatan turun tipis sebesar 1% dibandingkan dengan Q4 2013 menjadi sebesar Rp 21,250 triliun. Namun laba usaha mengalami kenaikan sebesar 7% menjadi Rp 6,980 triliun. Laba sebelum pajak berkembang 8% menjadi Rp 6,915 triliun. Laba bersih bertambah 11% menjadi Rp 5,189 triliun. Laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk meningkat 16% menjadi Rp 3,649 triliun.

Rasio OPM tahunan cukup stagnan pada angka 33,16% dari 33,24% pada tahun yang lalu. Sedangkan pada Q1 2014 rasio OPM naik menjadi 32,85% dari 30,48%. Manajemen tampaknya berhasil menjaga tingkat profitabilitas dengan sangat baik.

Rasio NPM tahunan naik tipis menjadi 16,98% dari 16,48% pada tahun lalu. Pada Q1 2014  menjadi 17,17% dari 14,66%.

Rasio ROE tahunan menurun menjadi 22% dibandingkan dengan 24% pada tahun lalu.

Rasio DER tahunan mengalami penurunan menjadi 58% dari 61%. Hutang finansil meningkat sebesar 6% menjadi rp 19,638 triliun. Namun beban keuangan turun banyak yaitu sebesar 57% menjadi Rp 610 miliar.

Aset tetap tahunan meningkat sebesar 13% menjadi Rp 87,108 triliun. Seara kuartalan aset tetap tidak banyak berubah.

Pada harga terakhir (28/4/14) sebesar Rp  2.330, TLKM diperdagangkan dengan rasio PER sebesar 16,34 dari EPS tahunan sampai dengan Q1 2014 dan  rasio PBV-nya sebesar 3,66 dari nilai buku per lembar per 31 Maret 2014.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar