Rabu, 09 Oktober 2013

Analisis Singkat Laporan Keuangan PTBA Kuartal Ke-2 2013




PT Bukit Asam Tbk (PTBA) pada S1 2013 mencatat penurunan laba bersih komprehensif sebesar 45% jika dibandingkan dengan S1 2012. Jika dibandingkan dengan Q1 2013, maka pada Q2 2013 terjadi penurunan laba bersih sebesar 23%.

Volume penjualan di  S1 2013 naik sebesar  20% menjadi 8,81 juta MT. Volume produksi S2 2013 turun sebesar 6% menjadi 6,66 juta MT. Kenaikan volume penjualan disebabkan oleh kenaikan volume pembelian dari pihak ketiga.


Rata-rata harga jual ekspor di S1 2013 tercatat mengalami penurunan sebesar 18,7% menjadi US$ 76,13/MT dibandingkan dengan S1 2012. Sedangkan harga jual rata-rata domestik juga mengalami penurunan sebesar 18% menjadi  Rp 611.665/MT.

Untuk Q2 2013 apabila dibandingkan dengan Q1 2013 terjadi penurunan  volume penjualan sebesar  4,66%  dan terjadi  penurunan volume produksi sebesar 15,51%.

Volume penjualan ekspor untuk S1 2013 adalah sebesar 53%.

Pada Q2 2013 PTBA mencatat penurunan nilai penjualan sebesar 4%. GPM juga turun sebesar 3,6% menjadi 30,76%. Kombinasi dari penurunan volume dan nilai penjualan dan penurunan GPM  dan sebab lainnya secara total menyebabkan laba bersih menurun sebesar 23%.

Kinerja PTBA di Q2 2013 secara keseluruhan adalah lumayan buruk.

Margin laba kotor (GPM) yang tinggi yaitu 30,76% pada Q2 bagi PTBA diharapkan akan banyak menolong untuk menghadapi penurunan harga akhir-akhir ini.

Margin laba kotor (GPM) dan margin laba bersih (NPM) PTBA adalah di atas rata-rata industri.

Rasio DER masih cukup aman di angka 0,67 sedangkan ROE 25% juga masih memuaskan.




Target harga moderat PTBA adalah Rp 9.800 yang mencerminkan PER 15x atas EPS disetahunkan Q2 2013.
 
Target harga optimis PTBA adalah Rp 11.300 yang mencerminkan PER 15x atas EPS disetahunkan S1 2013.

Target moderat mengambil  EPS Q2 2013 berhubung adanya penurunan signifikan pada kinerja Q2 2013 sehingga untuk amannya dijadikan sebagai dasar perhitungan target moderat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar