Rabu, 16 Oktober 2013

CEKA - Analisis Laporan Q2 2013

PT Wilmar Cahaya Indonesia Tbk (CEKA) dulunya bernama PT Cahaya Kalbar Tbk bergerak di bidang industri pengolahan Palm Kernel dan turunannya, CPO dan turunannya, serta Minyak Tengkawang.

Perseroan memproduksi minyak nabati dan Minyak Nabati Spesialitas (MNS) yang dibuat dari bahan baku minyak kelapa sawit (Crude Palm Oil), Inti Kelapa Sawit (Palm Kernel) dan Biji Tengkawang (Illipe Nuts).

Kinerja Q2 2013 dibandingkan dengan Q1 2013 mencatat pertumbuhan penjualan yang signifikan yaitu sebesar 153%, namun laba bersih hanya naik sebesar 36%. Penyebab utamanya adalah turunnya GPM dari 15,24% menjadi hanya 7,67% di Q2 2013.



Kinerja laba bersih CEKA tentunya sangat tergantung dengan harga bahan bakunya berupa CPO, Palm Kernel, dan Biji Tengkawang dan juga dan bahan baku yang lebih hulu yaitu Tandan Buah Segar (TBS) Sawit.

Berikut ini adalah perbandingan kinerja Q2 2013.


Pada tahun 2012, laba CEKA turun 39,42% dibanding tahun 2011 menjadi sebesar Rp 58 miliar walaupun penjualan cuma turun sebesar  9,26% menjadi Rp 1.124 miliar.

Fluktuatifnya laba CEKA dan juga penjualannya dan juga kurang likuidnya perdagangan sahamnya di BEI, menyebabkan valuasi tidak bisa maksimal diterapkan. Selain itu besarnya transaksi penjualan dan pembelian (masing-masing lebih dari 60%) dengan pihak afiliasi (Wilmar Group) menyebabkan valuasi juga tidak bisa maksimal diterapkan. ROE sendiri sebenarnya mendekati angka bagus sebesar 19% di Q2 2013.

Target harga moderat setara dengan PER 5x untuk CEKA adalah Rp 1.390 dan target harga optimis adalah Rp 1.600.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar