Kamis, 27 Februari 2014

INCO - Analisis Laporan Keuangan Q4 2013



PT Vale Indonesia Tbk (INCO) pada tahun 2013 mencetak kinerja yang sangat lesu. Pendapatan tercatat  turun 5% menjadi US$ 921,638 juta pada tahun 2013 dibandingkan dengan tahun 2012. Laba kotor turun 16% menjadi US$ 139,894 juta. Laba usaha turun 34% menjadi US$ 70,137 juta. Laba sebelum pajak turun 39% menjadi US$ 55,459 juta. Laba bersih turun 43% menjadi US$ 38,652 juta.

Perusahaan menderita selisih kurs sebesar US$ 22,505 juta pada tahun 2013 dibandingkan dengan keuntungn pada tahun 2012 sebesar US$ 6,353 juta. Jika kerugian selisih kurs ini dikeluarkan maka laba bersih INCO turun sebesar 11% menjadi US$ 55,531 juta.

Secara kuartalan, penjualan pada Q4 2013 turun 7% menjadi US$ 200,567 juta. Laba kotor naik 4% menjadi US$ 24,065 juta. Namun besarnya kerugian selisih kurs menggerus laba sehingga INCO malah menderita kerugian pada Q4 2013 menjadi rugi US$ 8,631 juta dibandingkan dengan laba sebesar US$ 3,217 juta pada Q3 2013. Kerugian kurs tercatat sebesar US$ 19,174 juta dibandingkan dengan kerugian sebesar US$ 722 ribu.

Jika kerugian selisih kurs tersebut dikeluarkan, maka INCO  masih mencatat kenaikan laba bersih sebesar 53% menjadi US$ 5,750 juta. Namun jumlah laba ini masih sangat kecil. ROE pada Q4 hanya tercatat sebesar 1,34%.

Rasio GPM pada tahun 2013 turun mejadi 15,18% dari 17,23% pada tahun 2012. Pada Q4 2013 rasio GPM naik menjadi 12% dari 10,79% pada Q3 2013. Naiknya GPM di Q4 2013 tampaknya merupakan berkah dari kenaikan harga nikel.

Rasio NPM pada tahun 2013 di angka 6,03% dibandingkan dengan 6,48% pada tahun 2012. Pada Q4 2013 rasio NPM adalah 2,87% dibandingkan dengan 1,75% pada Q3 2013.

Rasio DER berada pada angka 33% pada tahun 2013 dibandingkan dengan 36% pada tahun 2012.

Rasio ROE pada tahun 2013 adalah sebesar 3% dibandingkan dengn 4% pada tahun 2012.

Pada harga terakhir sebesar Rp 2.385 (27/2/14), INCO dihargai dengan rasio PER sebesar 38,80 atas EPS tahun 2013 yang telah disesuaikan dengan patokan kurs Rp 11.000/US$ dan rasio PBV sebesar 1,26 berdasarkan nilai buku per lembar per 31 Desember 2013.






Tidak ada komentar:

Posting Komentar