Kamis, 13 Februari 2014

GIAA - Analisis Laporan Keuangan Q4 2013



PT Garuda Indonesia  (Persero) Tbk (GIAA) mengukir kinerja keuangan yang mengecewakan pada tahun 2013 dibandingkan dengan tahun 2012.

Walaupun berhasil mencetak kenaikan pendapatan sebesar 7% pada tahun 2013 dibandingkan dengan tahun 2012 menjadi sebesar US$ 3.716.076.586 namun laba usaha turun sebesar 66% menjadi US$ 56.448.275. Laba bersih turun sebesar 90% menjadi hanya US$ 11.200.380.


Laba usaha dan laba bersih tersebut sebenarnya juga disumbangkan oleh keuntungan selisih kurs sebesar US$ 47.928.641.

Peningkatan pada beban operasional penerbangan sebesar 18% menjadi US$ 2.244.840.144 tidak mampu ditutupi dengan kenaikan pendapatan. Selain itu beban keuangan juga meningkat sebesar 137% menjadi US$ 59.840.088.

Total liabilitas tercatat naik sebesar 31% yang menyebabkan kenaikan rasio DER dari 1,26 menjadi 1,64.

Emiten ini masih mencatat pengeluaran untuk investasi yang cukup besar pada tahun 2013. Total pengeluaran kas untuk investasi tercatat sebesar US$ 382.836.665 dibandingkan dengan tahun 2012 sebesar US$ 524.398.946. Alhasil, terjadi peningkatan pada saldo aset tidak lancar sebesar 13% menjadi US$ 2.134.651.029.

Kecilnya kontribusi laba bersih menyebabkan rasio ROE hanya sebesar 1% pada tahun 2013 dibandingkan dengan tahun 2012 yang sebesar 10%.

Pada harga terakhir (13/2/14) sebesar Rp 485, emiten ini dihargai dengan rasio PBV sebesar  0,89 berdasarkan nilai buku per lembar per 31 Desember 2013 dengan kurs Rp 11.000/US$.





Tidak ada komentar:

Posting Komentar