Rabu, 19 Februari 2014

BBNI - Analisis Laporan Keuangan Q4 2013


Seperti BBRI dan BMRI, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) mencatat kinerja yang juga sangat baik pada tahun 2013.Secara kuartalan, kinerja pada Q4 2013 juga membaik dibandingkan dengan Q3 2013.

Pendapatan bunga kotor dan syariah pada tahun 2013 tercatat naik sebesar 16% menjadi Rp 26,451 triliun. Pendapatan bunga bersih dan syariah naik sebesar 23% menjadi 19,058 triliun. Pendapatan operasional lainnya meningkat sebesar 12% menjadi Rp 9,441 triliun. Laba operasional naik 30% menjadi Rp 11,219 triliun dan laba bersih naik 29% menjadi Rp 9,054 triliun.
Pendapatan operasional lainnya BBNI lebih besar porsinya jika dibandingkan dengan BMRI maupun BBRI. Tercatat pada tahun 2013 porsinya adalah 36% dari pendapatan kotor. Sedangkan BMRI 26% dan BBRI 14%. Sehingga, bagi BBNI, pendapatan operasional lainnya lebih memperoleh perhatian yang lebih besar.

Pendapatan operasional lainnya yang paling besar bagi BBNI adalah provisi dan komisi, penerimaan kembali aset yang telah dihapusbukukan dan pendapatan premi asuransi yang masing-masing nilainya mencapai 42%, 23% dan 17% dari seluruh pendapatan operasional lainnya

Secara kuartalan, pendapatan bunga kotor dan syariah naik sebesar 9% menjadi Rp 7,403 triliun. Pendapatan bunga bersih dan syariah naik sebesar 6% menjadi Rp 5,238 triliun. Namun, pendapatan operasional lainnya turun sebesar 11% menjadi Rp 2,295 triliun. Turunnya pendapatan operasional lainnya ini turut menyumbang pada turunnya laba operasional sebesar 5% menjadi Rp 2,934 triliun. Namun rupanya BBNI masih beruntung karena pendapatan nonoperasional pada Q4 2013 naik signifikan menjadi Rp 230,969 miliar dari semula rugi di Q3 2013 sebesar Rp 277,356 miliar. Alhasil, laba bersih masih mampu naik sebesar 12% menjadi Rp 2,518 triliun. (Tidak ada keterangan lebih lanjut pada catatan atas laporan keuangan BBNI mengenai isi dari pendapatan nonoperasional ini)

Untuk posisi keuangan, pinjaman yang diberikan pada tahun 2013 tercatat naik sebesar  26% menjadi Rp 243,758 triliun. Aset naik 16% menjadi Rp 386,655 triliun. Simpanan nasabah naik 13% menjadi Rp 291,890 triliun.

Secara kuartalan, pinjaman yang diberikan tersebut naik sebesar 7%. Aset juga naik 7% dan simpanan nasabah naik 6%.

Rasio ROE pada tahun 2013 mengalami kenaikan menjadi 19%  dari 16%.

Rasio GPM pada tahun 2013 mengalami kenaikan lumayan menjadi 72,05% dari semula 68,09% namun pada Q4 2013 mengalami penurunan dari semula 72,25% menjadi 70,75%.

Rasio NPM pada tahun 2013 naik menjadi 34,23% dari 31,03%. Secara kuartalan menjadi 34,01% dari 33,13%.

Pada harga terakhir di Rp 4.470 (19/2/14) emiten ini diperdagangkan dengan rasio PER sebesar 9,21 berdasarkan EPS tahun 2013 dan rasio PBV sebesar 1,75 berdasarkan nilai buku per lembar per 31 Desember 2013.





Analisis atas laporan keuangan Q3 2013 emiten ini dapat dibaca di sini


Tidak ada komentar:

Posting Komentar