Kamis, 27 Februari 2014

WIKA - Analisis Laporan Keuangan Q4 2013

PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) mencapai kinerja yang cemerlang pada tahun 2013 dibandingkan dengan tahun 2012.

Pendapatan tumbuh sebesar 20% menjadi Rp 11,885 triliun Laba kotor naik 38% menjadi Rp 1,322 triliun. Laba usaha meningkat 40% menjadi Rp 1,216 triliun. Laba sebelum pajak bertambah sebesar 22% menjadi Rp 1,017 triliun. Laba bersih berkembang 19% menjadi Rp 624 miliar. Laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk membesar sebesar 20% menjadi Rp 570 miliar.

Laba sebelum pajak yang naik lebih rendah daripada laba usaha disebabkan oleh tingginya kenaikan beban lain-lain yang naik sebesar 434% menjadi Rp 199 miliar. Beban lain-lain ini isinya yang paling besar adalah beban penurunan nilai piutang sebesar Rp 85 miliar (tahun 2012 18 miliar), lain-lain Rp 41 miliar (tahun 2012 Rp 12 miliar), kerugian selisih kurs Rp 31 miliar (tahun 2012 untung Rp 3 miliar) serta beban keuangan bersih sebesar Rp 40 miliar (tahun 2012 pendapatan bunga Rp 257 juta).

Beban keuangan tahun 2013 sebagian besar diderita pada Q4 2013 yang naik menjadi Rp 40 miliar dari Rp 2 miliar pada Q3 2013.

Naiknya beban keuangan pada tahun 2013 disebabkan oleh naiknya hutang finansial yang naik sebesar 33% menjadi Rp 1,672 triliun. Namun jumlah tersebut sudah berkurang dibandingkan dengan saldo pada Q3 2013 sehingga diharapkan pada kuartal awal tahun 2014 beban bunga akan berkurang.

Rasio DER mencapai 290% pada tahun 2013 dibandingkan dengan 289% pada tahun 2012. Rasio aset lancar terhadap liabilitas jangka pendek juga stabil di angka 110%.

Rasio ROE yang disesuaikan 20% pada tahun 2013 dan 18% pada tahun 2012.

Rasio GPM pada tahun 2013 meningkat  menjadi 11,13% dari 9,67% pada tahun 2012. Sedangkan pada Q4 2013 meningkat menjadi 12,04% dari 10,36%.

Rasio NPM yang disuaaikan pada tahun 2013 meningkat sedikit menjadi 5,04% dari 4,78% pada tahun 2012. Sedangkan pada Q4 2013 menurun menjadi 4,65% dari 4,99%.

Pengeluaran kas untuk investasi tercatat menurun cukup besar yaitu 42% menjadi Rp 620 miliar pada tahun 2013 dibandingkan dengan tahun 2012.

Dengan harga terakhir sebesar Rp 2.080, WIKA dihargai dengan PER sebesar 21,34 berdasarkan EPS tahun 2013 yang telah disesuaikan dan rasio PBV-nya sebesar 4,33 berdasarkan nilai buku per lembar per 31 Desember 2013.






Tidak ada komentar:

Posting Komentar