Rabu, 23 April 2014

WIIM - Analisis Laporan Keuangan Q4 2013


PT Wismilak Inti Makmur Tbk (WIIM) mencetak kinerja tahun 2013 yang sangat baik dibandingkan dengan kinerja tahun 2012. Namun kinerja laba bersih kuartalan pada Q4 2013 menurun dibandingkan dengan Q3 2013 walaupun kinerja pendapatannya meningkat.

Pendapatan tahunan tercatat melonjak sebesar 42% menjadi Rp 1,588 triliun dengan laba kotor meningkat sebesar 54% menjadi Rp 470 miliar. Laba usaha turut berkembang sebesar 56% menjadi Rp 180 miliar. Laba sebelum pajak bertambah 66% menjadi Rp 175 miliar. Laba bersih menggelembung 71% menjadi Rp 132 miliar. Laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk juga bertambah 71% menjadi Rp 132 miliar.


WIIM sedikit menderita kerugian selisih kurs pada tahun 2013 yaitu sebesar Rp 4 miliar dibandingkan dengan Rp 1 miliar pada tahun 2012. Apabila kerugian tersebut dikeluarkan dari perhitungan laba bersih, maka laba bersih disesuaikan (dengan asumsi rasio pajak penghasilan 25%) yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk akan naik 72% menjadi Rp 135 miliar.

Pendapatan kuartalan tercatat meningkat sebesar 2% menjadi Rp 395 miliar namun dengan laba kotor menurun sebesar 6% menjadi Rp 121 miliar. Laba usaha turut terkikis sebesar 35% menjadi Rp 30 miliar. Laba sebelum pajak tergerus 35% menjadi Rp 28 miliar. Laba bersih terpotong 32% menjadi Rp 21 miliar. Laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk juga terpotong 32% menjadi Rp 21 miliar.

WIIM sedikit menderita kerugian selisih kurs pada Q4 2013 yaitu sebesar Rp 1 miliar dibandingkan dengan Rp 2 miliar pada Q3 2013. Apabila kerugian tersebut dikeluarkan dari perhitungan laba bersih, maka laba bersih disesuaikan (dengan asumsi rasio pajak penghasilan 25%) yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk akan turun 33% menjadi Rp 22 miliar.

Secara tahunan, rasio GPM meningkat menjadi 29,57% dari 27,22% namun secara kuartalan menurun menjadi 30,66% dari 33,50%.

Rasio NPM secara tahunan meningkat menjadi 8,50% dari 6,99% dan secara kuartalan menurun menjadi 5,61% dari 8,56%.

Rasio ROE tahunan meningkat menjadi 17% dari 12%.

Rasio DER menurun signifikan menjadi 57% dari 84%. Hutang finansial juga menurun yaitu sebesar 36% menjadi Rp 209 miliar. Beban keuangan jauh berkurang sebesar 85% menjadi Rp 4 miliar. Jumlah beban keuangan tidak signifikan terhadap laba bersih perusahaan.

Pengeluaran kas untuk investasi tercatat sebesar Rp 88 miliar pada tahun 2013. Aset tetap meningkat 41% menjadi Rp 219 miliar. Besarnya pertambahan aset tetap diharapkan dapat meningkatkan pendapatan jangka panjang.

Pada harga terakhir (22/4/14) sebesar Rp 695, saham WIIM dihargai dengan rasio PER sebesar 10,81 berdasarkan EPS tahun 2013 yang disesuaikan dan rasio PBV-nya adalah sebesar 1,87 berdasarkan nilai buku per lembar per 31 Desember 2013.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar