Analisis Laporan Keuangan PT Lion Metal Works Tbk (LION) Q2
2014
Tahunan
Perusahaan mencetak
kenaikan penjualan
sebesar 3%. Di sisi beban pokok, beban bertambah sebesar 7% sehingga laba kotor berkurang sebesar 2%. Di sisi lain, kombinasi dari beban usaha dan penghasilan (beban) lain
meningkat sebesar 64%
sehingga laba usaha terpangkas
sebesar 35%. Pendapatan keuangan meningkat sebesar 14% menyebabkan laba sebelum
pajak turun sebesar 30%. Pada akhirnya perusahaan menghasilkan laba bersih yang
terpangkas sebesar 35% karena pajak penghasilan yang menyusut sebesar 9%. Perusahaan mendulang keuntungan selisih kurs yang
signifikan pada periode ini dan juga pada periode sebelumnya. Jika disesuaikan,
laba bersih perusahaan akan menyusut sebesar 43%.
Rasio
GPM menyusut menjadi 39,02% dari 41.04%.
Saldo
aset tetap berlipat
sebesar 166%. Peningkatan besar ini diharapkan dapat menopang pendapatan jangka
panjang perusahaan.
Perusahaan
mempunyai hutang finansial minim. Secara neto perusahaan menghasilkan
pendapatan keuangan karena saldo kas yang besar. Jumlah pendapatan keuangan ini
terhitung cukup besar jika dibandingkan dengan jumlah laba bersih.
Pengeluaran
kas untuk investasi menyusut sebesar 24%. Namun pengeluaran tersebut termasuk
sangat tinggi jika dibandingkan dengan jumlah aset tidak lancar denga rasio
sebesar 45% berbanding 135%.
Kuartalan
Perusahaan mencetak
kemunduran penjualan
sebesar 21%. Di sisi beban pokok, beban berkurang sebesar 7% sehingga laba kotor berkurang sebesar 42%. Di sisi lain, kombinasi dari beban usaha dan penghasilan (beban) lain menurun
sebesar 48% sehingga laba usaha terpangkas sebesar 22%. Pendapatan
keuangan berkurang sebesar 18% menyebabkan laba sebelum pajak turun sebesar 21%.
Pada akhirnya perusahaan menghasilkan laba bersih yang terpangkas sebesar 18%
karena pajak penghasilan yang menyusut sebesar 29%. Perusahaan mendulang keuntungan selisih kurs yang
signifikan pada periode ini dan mengalami kerugian selisih kurs yang signifikan
pada periode sebelumnya. Jika disesuaikan, laba bersih perusahaan akan menyusut
sebesar 64%.
Rasio
GPM menyusut menjadi 29,13% dari 39,90%. Tentunya ini adalah penurunan yang parah dan menjadi
kombinasi buruk bersama dengan turunnya
angka penjualan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar