Rabu, 30 Juli 2014

CTRS - Analisis Laporan Keuangan Q2 2014


Analisis Laporan Keuangan CTRS Q2 2014

PT Ciputra Surya Tbk (CTRS) secara tahunan sampai dengan Q2 2014 mencetak kenaikan pendapatan yang signifikan yaitu sebesar 32%. Di sisi lain, beban pokok pendapatan naik lebih besar yaitu sebesar 47% sehingga laba kotor naik hanya sebesar 19%.  Beban usaha dan lainnya meningkat sebesar 12% sehingga laba usaha bertambah sebesar 23%. Perusahaan menikmati kenaikan pendapatan keuangan sehingga laba sebelum pajak dapat naik sebesar 31%.  Laba bersih kemudian naik sebesar 29% karena beban pajak yang naik lebih besar. Pada akhirnya laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk naik sebesar 25% karena naiknya bagian laba untuk kepentingan non-pengendali.

Secara kuartalan perusahaan mencatat kenaikan pendapatan sebesar 7%. Beban pokok pendapatan meningkat lebih tinggi yaitu sebesar 12% sehingga laba kotor hanya naik sebesar 3%.  Di sisi lain beban usaha meningkat sebesar 51% sehingga laba usaha terkikis sebesar 13%. Pendapatan keuangan meningkat tipis sehingga laba sebelum pajak turun sebesar 12%.  Laba bersih kemudian turun sebesar 15% karena beban pajak yang meningkat lebih tinggi. Pada akhirnya laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk turun sebesar 10%.


Rasio GPM tahunan melorot menjadi 50,06% dari 55,22%. Secara kuartalan rasio melemah lagi menjadi 52,65% dari 54,87% namun masih lebih tinggi daripada margin tahunan.
 
Secara tahunan saldo persediaan meningkat sebesar  49%. Secara kuartalan meningkat sebesar 7%. Peningkatan-peningkatan ini diharapkan dapat menopang penjualan pada periode-periode selanjutnya.

Tanah untuk pengembangan secara tahunan meningkat sebesar 21%. Peningkatan ini diharapkan dapat menopang pendapatan jangka panjang perusahaan.

Aset tetap secara tahunan juga meningkat sehingga diharapkan dapat menopang pendapatan jangka panjang perusahaan. Saldo properti investasi sendiri menurun sebesar 4%.

Saldo uang muka penjualan secara tahunan meningkat sebesar 12% dan secara kuartalan meningkat tipis sebesar 1%.

Kas masuk dari pelanggan secara tahunan melemah sebesar 37% dan secara kuartalan sudah meningkat yaitu sebesar 5%. Angka tersebut tampaknya cukup besar karena jika dibandingkan dengan pendapatan tahunan adalah sebesar  41%.

Saldo hutang finansial secara tahunan berkurang sebesar 5%. Perusahaan mencatat pendapatan keuangan secara neto.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar