Rabu, 30 Juli 2014

SGRO - Analisis Laporan Keuangan Q2 2014


Analisis Laporan Keuangan SGRO Q2 2014

PT Sampoerna Agro Tbk (SGRO) secara tahunan sampai dengan Q2 2014 mencetak kenaikan penjualan sebesar 15%. Beban pokok penjualannya meningkat sebesar 10% sehingga laba kotor melesat sebesar 32%.  Dengan beban usaha dan beban lainnya yang bertambah sebesar 13%, laba usaha melonjak sebesar 47%.  Sayangnya, beban keuangan melesat tinggi sehingga laba sebelum pajak naik menjadi sebesar 45%. Pada akhirnya laba bersih yang dapat diatribusikan kepaa pemilik entitas induk meningkat sebesar 35% disebabkan oleh naiknya rasio pajak penghasilan.

Secara kuartalan perusahaan mencetak kenaikan penjualan yang signifikan sebesar 24%. Beban pokok penjualannya meningkat sebesar 16% sehingga laba kotor melesat sebesar 46%.  Dengan beban usaha dan beban lainnya yang mengempis sebesar 9%, laba usaha melonjak sebesar 79%.  Beruntungnya, beban keuangan dapat ditekan sehingga laba sebelum pajak naik menjadi sebesar 131%.  Pada akhirnya laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk melambung sebesar 135%.
Secara tahunan rasio GPM bertambah menjadi 25,49% dari 22,18% dan secara kuartalan masih meningkat menjadi 32,96% dari 28,09%.

Perusahaan tampaknya cukup beruntung dengan menikmati harga jual yang tinggi dan produksi yang hanya menurun tipis. Secara tahunan produksi TBS menurun sebesar 3% dan CPO sebesar 1%. Secara kuartalan produksi TBS meningkat sebesar 24% dan CPO sebesar 67%.


Secara tahunan saldo tanaman perkebunan menghasilkan meningkat besar sebesar 25% sedangkan tanaman belum menghasilkan turun tipis. Jika melihat ke luas, luas tanaman sawit telah menghasilkan meningkat sebesar 10% dan tanaman yang belum menghasilkan berkurang sebesar 11% juga.

Saldo aset tetap secara tahunan naik sebesar 10%. Hutang finansial melesat sebesar 39%. Kenaikan hutang finansial menyebabkan beban keuangan melesat sebesar  61%. Beban keuangan merupakan beban yang berpengaruh signifikan terhadap laba bersih perusahaan. Rasio DER perusahaan meningkat menjadi 72% dari 55%.

Pengeluaran kas untuk investasi secara tahunan meningkat sebesar 21%. Pengeluaran ini termasuk cukup besar jika dibandingkan dengan nilai aset tidak lancar perusahaan yaitu sebesar 19%.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar